Direktur PP IPTEK ingin jadikan Science Center Makassar yang dikelola DPK Prov Sulsel Terbesar di Kawasan Timur Indonesia

WARNASULSEL.com – Direktur Pusat Peraga IPTEK Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN M. Syachrial Annas bertekad akan menjadikan Science Centre Makassar (SCM) yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan terbesar di Kawasan Timur Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Syachrial Annas ketika menghadiri acara pembukaan Pelatihan Pemandu Makassar Science Center tahun 2020 di Ruang Pertemuan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (25/08/2020).

Keinginan PP-IPTEK untuk menjadikan SCM ini terbesar di KTI bukan tidak beralasan, karena potensi yang dimiliki Sulsel memang sangat mendukung untuk itu. Di Sulsel ini banyak Perguruan Tinggi, Politeknik dan SMK yang bisa mendukung keberadaan SCM.

“Perguruan Tinggi, Politeknik dan SMK ini tentu telah menghasilkan banyak alat peraga, silahkan lakukan kerjasama dengan mereka. Alat-alat peraga mereka bisa di bawa ke sini untuk dipamerkan dan pada periode tertentu bisa diganti lagi, supaya tidak jenuh, di samping dari PP-IPTEK juga akan melihat alat-alat peraga apa dari Pusat yang bisa di bawah ke SCM ini, ” ujar Syachrial.

Direktur PP IPTEK ingin jadikan DPK Sulsel sebagai Science Center

Salah satu yang menarik juga bisa dihadirkan di Science Center Makassar ini menurut Syahrial adalah alat peraga Lontaraq. Jadi ketika orang mau tahu tentang lontaraq tidak usah ke mana-mana datang saja ke SCM, keberadaan Lontaraq di SCM bisa diperkenalkan melalui alat-alat canggih yang ada. Ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memajukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dari segi budaya.

Keberadaan SCM di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel ini menurutnya sangat relevan. Jadi ketika orang datang ke perpustakaan untuk membaca buku atau mencari informasi melalui internet, mereka juga dapat diarahkan untuk belajar sains dan teknologi melalui alat peraga yang tentu saja memiliki daya tarik tersendiri yang ada di SCM.

Kegiatan Pelatihan Pemandu yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari ini Selasa-Rabu (25-26/08/2020) dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel diwakili Sekretaris Dinas, Widyawati. Dihadiri Kepala Bidang Perpustakaan selaku pengelola SCM, Nilma dan sejumlah pejabat dan narasumber dari PP IPTEK.

Sekdis Widyawati dalam sambutannya menyampaikan harapan dan keinginan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, agar selama dua hari pelatihan ini peserta dapat diarahkan langsung untuk melakukan praktik sehingga mereka tidak canggung lagi.

Menurutnya waktu dua hari tentu tidaklah cukup untuk memberi bekal pengetahuan bagi para petugas yang akan menjadi pemandu/ pengelola di Scince Center Makassar ini, oleh karena itu diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan dan pada periode tertentu dapat dilakukan evaluasi dan penyegaran, sehingga tidak stagnan, ilmu yang didapatkan terus dapat ter-update.

Dijelaskan, kegiatan pelatihan pemandu yang diikuti 14 orang peserta dari DPK Sulsel ini merupakan bagian dari Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, di mana keberadaan perpustakaan betul-betul diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui SCM yang dikelola DPK Sulsel ini. * (naz)

Leave a Reply