Peristiwa
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Bekerjasama Perpusnas RI Gelar Kegiatan Peer Laerning Meeting Provinsi
Dalam rangka memfasilitasi proses saling belajar dan berbagi pengalaman capaian keberhasilan, tantangan dan solusi dalam implementasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Sulawesi Selatan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional RI melaksanakan kegiatan Peer Learning Meeting (PLM) provinsi secara virtual, Selasa hingga Rabu (21-22/9/2021).
Kegiatan PLM provinsi ini dibuka Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya, S.H., M.H di dampingi Kepala Bidang Perpustakaan Drs. Yulianto, M.M dan Kepala UPT Layanan Perpustakaan Abd. Hadi S.Sos., M.Si, diikuti peserta dari perpustakaan provinsi, perpustakaan kabupaten dan perpustakaan desa penerima manfaat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial tahun2020 dan 2021.
Kegiatan ini dipandu oleh master trainer nasional Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan difasilitasi oleh konsultan pendamping Program Trasformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Kepala Perpustakaan Nasional RI yang diwakili Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Drs. Deni Kuarniadi, M.Hum dalam sambutannya mengatakan, perpustakaan memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat, berkaitan dengan hal tersebut Perpustakaan Nasional memiliki Program Prioritas Nasional yaitu Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang bertujuan memperkuat peran perpustakaan umum di dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kemampuan literasi dan meningkatkan kreativitas masyarakat serta mengurangi kemiskinan akses informasi.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas dari para pengelola perpustakaan agar dalam memberikan layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan inovasi layanan dengan melibatkan masyarakat dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala DPK Sulsel Hasan Sijaya dalam sambutannya mengatakan Implementasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Sulawesi Selatan telah memasuki tahun ke empat. Tentu saja telah banyak dinamika perkembangan kemajuan yang telah dialami sejak program ini dijalankan pada akhir tahun 2018 lalu.
Dijelaskan, Hingga saat ini, jumlah perpustakaan penerima manfaat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dari Perpustakaan Nasional RI di Sulawesi Selatan, 7 Perpustakaan Umum Kabupaten dan 52 Perpustakaan Desa.
“Tentu saja kita berharap jumlah ini akan terus bertambah pada tahun-tahun yang akan datang, mengingat dampak dari program ini telah dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ditegaskan, Akibat dari pelaksanaan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini, Perpustakaan yang dulunya sepi pengunjung kini menjadi ramai karena program peningkatan layanan perpustakaan yang terus dipacu. Di samping itu, pengelola perpustakaan penerima manfaat aktif melakukan kegiatan pelibatan masyarakat di perpustakaan, sehingga kalau dulunya Perpustakaan hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan meminjam buku semata, kini telah berubah menjadi pusat kegiatan dan pusat pemberdayaan masyarakat dengan melakukan berbagai kegiatan sosialisasi dan kegiatan pelatihan keterampilan berbasis life skill di perpustakaan.
“Hal ini memberi dampak bukan hanya pada peningkatan jumlah masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan, tetapi juga berdampak pada peningkatan kecerdasan, peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, karena hasil dari pelatihan keterampilan yang dilaksanakan di perpustakaan telah dipasarkan dan mampu memberi keuntungan secara finansial untuk membantu perekonomian keluarga terutama di masa pandemi saat ini,” paparnya.

“Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini telah memperkuat fungsi dan peran perpustakaan dalam meningkatkan gerakan literasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong masyarakat untuk menciptakan inovasi dan kreatifitas yang positif dan produktif, imbuhnya.
Menurutnya, Program ini sangat sejalan dengan visi dan misi pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusif dan berkarakter. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat mengapresiasi program penguatan literasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat ini. Upaya untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui pemberdayaan perpustakaan harus dimaksimalkan. Apalagi di era kemajuan teknologi informasi saat ini, perpustakaan harus mengambil peran menjadi pusat informasi bagi masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi terhadap Program Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini, kami telah melakukan replikasi terhadap program ini dengan memberikan bantuan stimulan berupa buku, rak buku, komputer, televisi, kanopi dan lain-lain kepada Perpustakaan Lorong, Perpustakaan Desa/Kelurahan, Perpustakaan Komunitas dan Taman Baca Masyarakat dengan menggunakan dana APBD Provinsi.
Lebih lanjut dijelaskan, pada tahun 2020 jumlah perpustakaan penerima manfaat 166 titik di 17 kabupaten/kota, dan pada tahun ini kita targetkan 200 titik, yang sementara kita realisasikan saat ini 65 titik di 12 kabupaten/kota. Pada tahun ini kita juga mereplikasi program Perpustakaan Nasional yaitu Pojok Baca Digital 10 titik di 10 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Suatu hal yang menggembirakan, menurut Hasan Sijaya, berdasarkan hasil penilaian Perpustakaan Nasional RI terhadap pelaksanaan program ini secara Nasional. Pada PLM Nasional tahun 2019 di Surabaya, Sulawesi Selatan berhasil meraih prestasi sebagai provinsi terbaik dalam implementasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini, begitu juga beberapa perpustakaan desa dan kabupaten penerima manfaat juga mendapatkan prestasi serupa.
“Keberhasilan yang sama terulang lagi pada PLM Nasional tahun 2020, Provinsi Sulawesi Selatan kembali meraih penghargaan sebagai Provinsi Terbaik dalam Implementasi program ini bersama sejumlah perpustakaan desa dan kabupaten penerima manfaat di Sulawesi Selatan. Mudah-mudahan prestasi tersebut dapat kita pertahankan pada tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang,” harapnya. * (naz)

