Cegah penularan Covid-19, start up binaan inkubator Unhas produksi disinfektan dan hand sanitizer

Cegah penularan Covid-19, start up binaan inkubator Unhas produksi disinfektan dan hand sanitizer

WARNASULSEL.com – Makassar, 20 Maret 2020 – Start up Binaan Inkubator Unhas memproduksi disinfektan dan cairan pembersih tangan (Hand Sanitizer) guna meminimalisir penularan Covid-19.

cegah penularan Covid-19

Inisiatif meracik hand sanitizer berangkat dari keresahan masyarakat yang mengatakan bahwa produk hand sanitizer sudah semakin langka atau sudah sangat jarang ditemukan.

“Hari ini kita lauching untuk produk disinfektan guna membantu meminimalisir pencegahan penularan Covid-19, Kapasitas produksi tenant kami saat ini bisa sampai 175 liter/hari dan ini sudah dapat dipesan oleh masyarakat umum.” Hal ini disampaikan Ketua Inkubator Dr. Ir. Mardiana E. Fachry, M.Si.

Start Up inkubator Unhas

Untuk mencegah meningkatkatnya kasus positif virus Corona di Makassar, pihak inkubator juga melakukan penyemprotan disinfektan di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unhas yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Peternakan (HIMAPROTEK) dan rencana selanjutnya akan bekerjasama dengan Asosiasi Masjid Kampus Indonesia untuk melakukan penyemprotan di setiap masjid kampus khususnya masjid tiap fakultas di Unhas.

 

Produksi disinfektan oleh Startup (Ryvachlor) sendiri telah diuji di laboratorium farmasi Universitas Hasanuddin untuk mengetahui tingkat efektifitas dalam membunuh bakteri.

“Kami (Ryvachlor) berproduksi di Bulukumba dengan persentase klor yang kami hasilkan yaitu Klor Agent 12%, untuk penggunaan disinfektan ruangan kadar klor cukup 0.5% sehingga perlu dilarutkan menggunakan air. Untuk cairan pembersih tangan sendiri untuk saat ini kami formulasikan menggunakan 0.05% Klor yang dicampur dengan bahan lain,” jelas Ahmad selaku CEO Ryvachlor.

Inisiasi berdirinya Ryvachlor dimulai sejak tahun 2018, dan pada tahun 2019 mendapat pendanaan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada Program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) untuk peningkatan kapasitas produksinya.

Saat ini Ryvachlor masih menjalani masa Inkubasi Bisnis di Inkubator UPKB Unhas, untuk terus mendapat pendampingan terkait pengembangan bisnis mereka kedepannya.

“Kami di Inkubator tugasnya menginkubasi mahasiswa, dosen dan peneliti yang mempunyai produk inovasi agar bisa dihilirisasi untuk memasuki pasar komersil, jadi kami sangat terbuka apabila ada yang mau datang konsultasi soal bisnisnya,” tutup Mardiana.

Inkubator UPKB Unhas

Tentang Inkubator UPKB Unhas

Inkubator Unit Pengembangan Kewirausahaan dan Bisnis Universitas Hasanuddin merupakan Unit kerja di bawah Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan Universitas Hasanuddin yang bertugas untuk melakukan kegiatan inkubasi bisnis bagi produk-produk inovasi untuk mendukung pengembangan bisnis meliputi produksi, marketing dan pengelolaan SDM guna menyiapkan produknya bisa menjadi start up baru. (rilis)

Editor

Portal media kiwari yang menyajikan berita lebih mendalam

View all posts by Editor →

3 thoughts on “Cegah penularan Covid-19, start up binaan inkubator Unhas produksi disinfektan dan hand sanitizer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *