Peristiwa
Sejumlah Stakeholder Beri Dukungan Nyata dalam Pengembangan Program Transformasi Perpustakaan di Sulawesi Selatan
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijya S.H., M.H menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung pelaksanaan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Sulawesi Selatan.
Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Hasan Sijaya ketika mewakili Plt Gubernur Sulawesi Selatan membuka kegiatan Stakeholder Meeting (SHM) Provinsi yang dilaksanakan secara virtual atas kerjasama Perpustakaan Nasional RI dengan DPK Sulsel, Kamis (23/9/2021).
Kegiatan SHM provinsi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membangun kesadaran, dukungan dan komitmen stake holder tentang pentingnya transformasi perpustakaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta membangun sinergi yang berkelanjutan antar stake holder untuk mendukung transformasi perpustakaan.

Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai stakeholder baik dari OPD lingkup Pemprov Sulsel seperti dari Bappelitbangda, Dinas PMD, Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi, Biro Hukum, maupun dari unsur perguruan tinggi Unhas, UNM, UIN Alauddin, dari perbankan hadir dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah dan Bank Sulselbar. Juga hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Penerima Manfaat replikasi tahun 2020 Bulukumba, Luwu Utara, Sinjai dan Toraja Utara, serta hadir pula perwakilan dari sektor swasta, ormas, seniman budayawan, praktisi media dan komunitas pegiat literasi.
Kepala Perpustakaan Nasional RI yang diwakili Pustakawan Utama Mukhtar Dolle, S.IP., M.M dalam sambutannya mengatakan literasi diyakini oleh beberapa kalangan mempunyai peranan penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya penguatan literasi menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan mengurangi angka kemiskinan.

Dijelaskan bahwa berdasarkan Undang undang Nomor 43 Tahun 2027 tentang perpustakaan. Perpustakaan memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perpustakaan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memberdayakan masyarakat, sehingga memberikan manfaat yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas, taraf hidup dan kesejahteraan mereka.
Atas dasar itulah sehingga Perpustakaan Nasional pada tahun 2018 telah melaksanakan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, membangun komitmen dan dukungan stakeholder untuk transformasi perpustakaan yang berkelanjutan.
Sementara itu, dalam sambutan tertuilis Plt Gubernur Sulsel yang dibacakan Kadis Hasan Sijaya dijelaskan bahwa hasil nyata yang diperoleh dari pelaksanaan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini adalah semakin meningkatnya jumlah masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan, hal itu disebabkan karena kreativitas dan inovasi para pengelola perpustakaan, mereka tidak lagi menjadikan perpustakaan hanya sebagai tempat membaca dan meminjam buku semata, tetapi mereka menjadikan perpustakaan sebagai pusat informasi dan ruang terbuka bagi masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan pelibatan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dengan memanfaatkan koleksi dan fasilitas layanan informasi yang ada di perpustakaan serta potensi sumber daya setempat.

Menurutnya, program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini, telah mengubah paradigma perpustakaan yang dulunya hanya tempat membaca dan meminjam buku semata, menjadi pusat kegiatan dan pusat pemberdayaan masyarakat dengan melakukan berbagai kegiatan sosialisasi dan kegiatan pelatihan keterampilan berbasis life skill di perpustakaan.
Berbagai kegiatan inovasi, pelatihan dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di perpustakaan tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan literasi masyarakat, tapi juga telah berdampak pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, karena hasil dari pelatihan keterampilan yang dilaksanakan di perpustakaan telah dipasarkan dan mampu memberi keuntungan secara finansial untuk membantu perekonomian keluarga terutama di masa pandemi saat ini.
Hal ini sejalan dengan tagline yang diusung dari Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini yaitu Literasi untuk kesejahteraan. Program ini hadir untuk memperkuat peran dan fungsi perpustakaan dalam meningkatkan gerakan literasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong masyarakat untuk menciptakan inovasi dan kreatifitas yang positif dan produktif.

“Program ini sangat sejalan dengan visi dan misi pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusif dan berkarakter. Untuk itu, sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi terhadap Program Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini, kami telah melakukan replikasi terhadap program ini dengan memberikan bantuan stimulan berupa buku, rak buku, komputer, televisi, kanopi dan lain-lain kepada Perpustakaan Lorong, Perpustakaan Desa/Kelurahan, Perpustakaan Komunitas dan Taman Baca Masyarakat dengan menggunakan dana APBD Provinsi,” jelasnya.
Disebutkan bahwa, pada tahun 2020 jumlah perpustakaan penerima manfaat 166 titik di 17 kabupaten/kota, dan pada tahun ini kita targetkan 200 titik, yang sementara kita realisasikan saat ini 65 titik di 12 kabupaten/kota. Pada tahun ini kita juga mereplikasi program Perpustakaan Nasional yaitu Pojok Baca Digital 10 titik di 10 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

“Hal ini tentu saja tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, terutama dari DPRD Provinsi dan OPD terkait yang tergabung dalam tim sinergi provinsi, dari Bappelitbangda, Dinas PMD, Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi dan UKM, BPKAD, Badan Diklat,, Biro Hukum, PKK, perguruan tinggi, sektor perbankan, organisasi kemasyarakatan, para seniman, budayawan, penulis, komunitas pegiat literasi, dari media massa dan stakeholder masyarakat lainnya. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya,” tuturnya.
Kegiatan SHM Provisi Sulawesi Selatan ini dipandu oleh PIC Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Sulsel Nazaruddin, pemaparan materi Membangun Dukungan Stakeholder untuk Keberlanjutan Transformasi Perpustakaan oleh Nilma, S.Sos., M.M sekretaris Tim Sinergi Provinsi Sulawesi Selatan dan diskusi Stakeholder untuk Mendapatkan Dukungan Nyata dalam Implementasi Program yang dipandu Syamsul Arif, S.Sos., M.A anggota Tim Sinergi Sulsel yang juga adalah Koordinator Pustakawan Sulsel.

Kegiatan ini ditutup oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel yang diwakili Kepala Bidang Perpustakaan Drs. Yulianto, MM. *(naz)

