Peristiwa
Implementasi TPBIS Dorong Peningkatan Capaian IPLM di Provinsi Sulawesi Selatan
Oleh: Nazaruddin, S.Ag., M.Sos.I
Pustakawan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan
—-
Pada tahun 2024 Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kembali meraih penghargaan sebagai Provinsi Terbaik Pertama Tingkat Nasional dalam implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Penghargaan Sulsel sebagai Provinsi Terbaik dalam implementasi program TPBIS ini adalah yang kelima kalinya beturut-turut di raih Sulawesi Selatan sejak tahun 2020, 2021, 2022, 2023, dan 2024.
Penghargaan Sulawesi Selatan sebagai Provinsi Terbaik dalam Implementasi program TPBIS tahun 2024 diserahkan oleh Kepala Perpusnas RI yang diwakili Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Dr. Adin Bondar pada malam puncak Pertemuan Pembelajaran Sebaya / Pear Learning Meeting (PLM) Nasional Program TPBIS Tahun 2024 di Hotel Prime Suite Plaza Sanur Bali 7 Oktober 2024.
Di penghujung tahun 2024 Provinsi Sulawesi Selatan kembali mendapatkan kado Istimewa, Berdasarkan hasil kajian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Sulawesi Selatan kembali mendapatkan prestasi sebagai Provinsi dengan Nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tertinggi di Indonesia Tahun 2024 dengan nilai 88,24 kategori “Tinggi”, disusul DI Yogyakatra pada urutan kedua dengan nilai 86,39, Kepulauan Bangka Belitung di urutan ketiga dengan nilai 84,59, Sumatera Barat pada urutan keempat dengan nilai 82,47 dan Kalimantan Selatan dengan nilai 81,16 di urutan kelima.
Informasi keberhasilan Sulawesi Selatan mempertahankan predikat nilai IPLM Tertinggi Nasional tersebut terungkap pada kegiatan Ekspose Hasil Kajian Perpustakaan Indonesia Tahun 2024 yang dilaksanakan secara daring oleh Perpustakaan Nasional RI, Senin (30/12/2024).
Sebelumnya pada tahun 2023 Provinsi Sulawesi Selatan juga menduduki peringkat pertama Nasional dalam capaian IPLM dengan Nilai 86,74, dan tahun 2022 Provinsi Sulawesi Selatan mendudki peringkat ketiga Nasional capaian IPLM dengan nilai 78,49.
Nilai IPLM merupakan angka yang mencerminkan pengukuran terhadap usaha yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam membina dan mengembangkan perpustakaan. IPLM mengukur kelembagaan, dengan menggunakan data sekunder yang valid, data seluruh jenis perpustakaan dengan indikator 7 Unsur Pembangun Literasi Masyarakat (UPLM) yaitu 1. Pemertataan Layanan Perpustakaan, 2. Ketercukupan Koleksi, 3. Ketercukupan Tenaga, 4. Tingkat kunjungan masyarakat perhari, 5. Perpustakaan yang dibina sesuai standar, 6. Keterlibatan masyarakat dalam sosialisasi/ kegiatan di perpustakaan, 7. Jumlah anggota perpustakaan.
Keberhasilan Provinsi Sulawesi mencapai prestasi sebagai provinsi dengan Nilai IPLM tertinggi juga tidak lepas dari implementasi program TPBIS di Sulawesi Selatan, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga desa/kelurahan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dengan strategi program yang dijalankan yaitu 1. Peningkatan Layanan Informasi, 2. Pelibatan masyarakat di Perpustakaan dan 3. Advokasi dan kemitraan 4. Peningkatan kapasistas SDM Pengelola Perpustakaan, 5. Mentoring (pendampingan dan pembinaan) melalui kelompok kerja (klaster) pustakawan.
Strategi peningkatan layanan informasi dilakukan melalui penambahan koleksi bahan perpustakaan, berupa buku, rak buku, komputer dan internet yang sesuai dengan perkembangan kemajuan zaman dan kebutuhan masyarakat, serta inovasi dan penataan ruang layanan perpustakaan.
Penerapan strategi ini telah berkontribusi pada pemerataan layanan perpustakaan (UPLM 1), juga berkontibusi pada ketercukupan koleksi (UPLM 2), peningkatan jumlah pengunjung perpustakaan (UPLM 4) dan peningkatan jumlah anggota perpustakaan (UPLM 7).
Strategi kedua pelibatan masyarakat di perpustakaan dengan memfasilitasi semua kelompok masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan pelibatan masyarakat yang menjadi kebutuhan masyarakat di Perpustakaan, dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi dan pengetahuan dalam rangka pengembangan dan peningkatan kecakapan hidup (life skills).
Pelibatan masyarakat di perpustakaan dilakukan melalui penguatan kemitraan -strategi ketiga TPBIS- dengan berbagai pemangku kepentingan baik di tingkat provisi, kabupaten/kota dan desa kelurahan. Implementasi strategi ini telah berkontribusi pada capaian peningkatan jumlah keterlibatan masyarakat dalam sosialisasi/ kegiatan di perpustakaan (UPLM 6).
Selain penguatan kemitraan, strategi ketiga TPBIS yaitu advokasi juga telah dilaksanakan dan berhasil mendapatkan dukungan dari pimpinan daerah, baik dari Gubernur, Bupati, Walikota, maupun Kepala Desa dan Lurah, serta dukungan dari pemangku kepentingan lainnya seperti DPRD, sektor swasta, perbankan dan dunia usaha. Dukungan yang diberikan berupa regulasi, support pelaksanaan kegiatan dan dukungan anggaran.
Advokasi di tingkat provinsi dan kabupaten kota telah mendorong dilaksanakannya replikasi mandiri terhadap program ini di daerah dengan menggunakan dana APBD, dan Saat ini Provinsi Sulawesi Selatan tercata sebagai daerah yang pertama melakukan replikasi mandiri dengan jumlah replikasi mandiri terbanyak dengan anggaran terbesar dari mencapai 16 Milyar lebih. Keberhasilan advokasi ini telah mendukung pencapaian pemerataan layanan perpustakaan (UPLM 1), ketercukupan koleksi (UPLM 2), dan ketercukupan tenaga perpustakaan (UPLM 3).
Sedangkan strategi peningkatan SDM pengelola perpustakaan melalui Bimtek dan berbagai pelatihan lainnya, serta strategi mentoring (pendampingan dan pembinaan) melalui kelompok wilayah kerja (klaster) pustakawan, telah berkontribusi pada capaian jumlah perpustakaan yang dibina sesuai Standar Nasional Perpustakaan (UPLM 5).

