Connect with us

Kolom

Negaranya Ingin Maju, Tapi Korupsinya Menggebu Gebu

Published

on

Spread the love

Negara Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Selain itu, Indonesia juga memiliki keragaman suku, budaya, agama, dan ras. Namun, mengapa Indonesia termasuk Negara yang masih berkembang? Apakah karena tingkat korupsi di Indonesia masih tinggi?

Seperti yang pernah kita lihat di televisi, berita korupsi menjadi topik yang hangat di kalangan pejabat.

Korupsi sendiri hampir menjadi budaya di Negara kita, setiap tahun tingkat kasus korupsi semakin meningkat. Selain itu, kerugian Negara yang diakibatkan dari tindak korupsi semakin besar.

Pemerintah Indonesia berusaha keras menindak lanjuti kasus korupsi yang semakin merugikan ini. Tidak hanya merugikan pihak pemerintahan saja, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.

Memilukan sekali, melihat rakyat kecil yang bekerja keras agar bisa membayar pajak. Akan tetapi, mereka tidak bisa menikmati hasil jerih payahnya.

Negara mewajibkan setiap anggota masyarakat wajib bayar pajak penghasilan pribadi, menyisihkan beberapa persen dari gajinya untuk pajak Negara. Semua itu, semata-mata untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Negara kita.

Akan tetapi, apa yang telah di lakukan oleh para pemimpin yang rakus itu?

Mereka dengan bangganya memakai dana tersebut untuk kepentingan pribadi.

Apa Itu Korupsi?

Korupsi adalah kata yang tak asing lagi di negara kita. Tindakan korupsi sangat merugikan masyarakat khususnya pada kaum menengah ke bawah.

Kesulitan ekonomi yang merajalela pada lapisan masyarakat memang harus sangat diperhatikan, apalagi pada masa pandemi Covid-19 yang sedang melanda negara kita.

Selain perlunya perhatian atas keadaan ekonomi masyarakat, negara juga harus memperhatikan tingkat korupsi yang semakin lama semakin meningkat.

Laporan Indonesian Corruption Watch (ICW) menunjukkan, kerugian negara akibat korupsi mencapai Rp 26,83 triliun pada semester 1 2021. Jumlah ini meningkat 47,63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 18,17 triliun. Jumlah kasus korupsi yang baru di ketahui sebanyak 209 kasus dengan jumlah 482 tersangka yang diproses hukum.

Usaha pemerintah dalam mengatasi tindak korupsi salah satunya adalah membentuk Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Komisi tersebut dibentuk pada tahun 2002, dengan tujuan untuk menyelesaikan atau mengurangi kasus korupsi di Indonesia yang semakin membeludak. Tugas dari KPK antara lain, melakukan penyelidikan, penyidikan, dan menuntut terhadap tindak pidana korupsi.

Menciptakan Generasi Antikorupsi

Dengan melihat jumlah kasus korupsi yang begitu banyak, pentingnya menanamkan sikap kejujuran dan tanggung jawab pada generasi bangsa agar terciptanya generasi yang antikorupsi.

Membimbing dan memberikan wawasan sejak dari bangku Sekolah Dasar mengenai Dampak dan akibat dari tindakan korupsi, sehingga lahirlah generasi yang bukan hanya pintar.

Namun, generasi yang memiliki pemikiran kritis serta jujur meliputi segala hal.

Karena banyak para koruptor bergelar sarjana dan berpendidikan tinggi akan tetapi minim akan sifat jujur dan tanggung jawab.

Oleh : Chintya Angelita, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Al-Hikmah Surabaya.

Editor media warnasulsel.com - Portal media kiwari yang menyajikan berita lebih hangat berfokus berita pendidikan, sastra, buku dan literasi di sulawesi selatan

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *