Kolom
Efektifitas Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter Pada Jalur Suku Bunga
Opini Jumniarti
Prodi Ilmu Administrasi Publik
Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar
Mekanisme transmisi kebijakan moneter didefenisikan sebagai jalur yang dilalui oleh sebuah kebijakan moneter untuk mempengaruhi kondisi perekonomian, terutama pendapatan nasional dan laju perubahan harga.konsep dasar mekanisme transmisi kebijakan moneter dimulai dari instrumen kebijakan yang mempengaruhi sasaran operasional,sasaran antara dan sasaran akhir.
Dalam rezim kebijakan moneter yang menggunakan kerangka kerja pentargetan inflasi, pemahaman mengenai jalur transmisi kebijakan moneter dalam perekonomian sangat diperlukan.
Dalam hal ini pengaruh perubahan suiku bunga jangka pendek ditransmisikan pada suku bunga jangka menengah-panjang melalui mekanisme penyeimbangan sisi permintaan dan penawaran dipasar uang. Perkembangan suku bunga tersebut akan mempengaruhi cost of capital “biaya modal” yang pada gilirannya akan mempengaruhi pengeluaran investasi.
Kebijakan moneter adalah sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh bank sentral dalam bentuk pengaturan persediaan uang untuk mencapai tujuan tertentu.
Tujuan utama dari kebijakan moneter adalah mencegah terjadinya peningkatan uang beredar secara berlebihan atau sangat kurang. Kebijakan moneter juga dapat diartikan sebagai kebijakan dari otoritas moneter (bank sentral) dalam bentuk pengendalian agregat moneter (seperti uang beredar, uang primer, atau kredit perbankan) untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan dicerminkan oleh stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, dan kesempatan kerja yang tersedia.
Efektifitas kebijakan moneter dan stabilitas system keuangan dapat dipantau berdasarkan beberapa parameter penting yang tidak secara langsung dikontrol oleh bank sentral oleh bank sentral. Parameter tersebut seperti elastisitas penawaran permintaan asset keuangan (sekuritas) dan asset rill termasuk juga suku bunga deposito dan kredit relative lebih banyak dipengaruhi oleh struktur system keuangan seperti kondisi dan tingkat kecanggihan pasar uang, kompetisi, dan ketersediaan alternatif sumber pembiayaan lainnya (Miller, 2004).
Kebijakan moneter ini bertujuan untuk menstabilkan perekonomian yang diukur dengan kesempatan kerja, stabilitas harga dan keseimbangan neraca pembayaran. Jika stabilitas ekonomi terganggu, kebijakan moneter dapat digunakan untuk memulihkannya.Serta Membantu pemerintah dalam menjalankan program yang belum atau tidak terealisasikan dengan cara memberi sumber penerimaan
normal dan mengedarkan uang yang tersedia sebagai alat tukar di dalam perekonomian negara Indonesia bisa menaikkan impor dan mengurangi ekspor.
Hal ini dapat dilakukan dengan menaikkan suku bunga, mengurangi pasokan uang yang beredar, atau menjual surat berharga pemerintah untuk menarik uang dari pasar. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengurangi pengeluaran konsumen dan investasi, sehingga mengendalikan permintaan dan inflasi. Kebijakan moneter dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, inflasi, dan nilai tukar mata uang suatu negara.
Jika ekonomi menghadapi penurunan, bank sentral suatu negara akan berusaha untuk meningkatkan produksi, lapangan pekerjaan, dan permintaan konsumen dengan memotong suku bunga. Pada Jalur Suku Bunga juga hendaknya memperhatikan perkembangan money supply dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya pertumbuhan output industry manufaktur. Dalam mengambil kebijakan moneter, khususnya tingkat suku bunga, perlu memerhatikan kondisi perekonomian. Karena hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi menurun.

