Connect with us

Kolom

Implementasi pupuk organik bagi masyarakat petani Sulawesi Selatan untuk menunjang pertanian berkelanjutan

Published

on

Spread the love

Oleh: Imran Satria (Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa Periode 2024-2025) Mahasiswa Polbangtan Gowa.

Kebutuhan pupuk merupakan suatu keniscayaan dalam produksi pertanian berkelanjutan.tanpa Melakukan pemupukan, hasil produksi tidak akan maksimal bahkan bisa mengalami gagal panen.namun penggunaan pupuk kimia secara terus menerus akan berakibat pada kesehatan manusia dan lingkungan.pupuk kimia juga terbukti harganya cukup mahal dan ketersediaan nya terbatas.

Pupuk organik sebagai sumber nutrisi alami bagi tanah sudah seharusnya terus dikembangkan baik dalam penggunaannya maupun pembuatan nya,Pupuk organik didefinisikan sebagai pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari dari tanaman dan atau kotoran hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah ataupun unsur hara tanah,Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan.

Limbah kotoran kambing memiliki potensi yang besar dan bernilai ekonomis jika diolah dengan baik. Pembuatan pupuk kompos dari kotoran kambing dapat meminimalisir pencemaran lingkungan dan membantu petani untuk menyuburkan tanamannya.

Pertanian organik memiliki potensi pengembangan dan keuntungan yang sangat menjanjikan di masa yang akan datang. Konsep pertanian organik merupakan konsep usaha tani yang mampu memberikan keuntungan secara ekonomi bagi petani dan layak untuk diusahakan. Konsep pertanian organik memiliki harga produksi dan viabilitas yang tinggi secara ekonomi dibandingkan dengan usaha pertanian konvensional.

Produk pertanian organik memiliki prospek keuntungan lebih baik dibandingkan dengan pertanian konvensional karena pertanian organik merupakan bentuk diferensiasi produk dari pertanian konvensional. Hal tersebut akan lebih baik lagi apabila terdapat integrasi antara produksi dan pemasarannya

Implementasi usaha tani berbasis pertanian organik seringkali dihadapkan dengan berbagai kendala baik secara makro maupun mikro. Adapun metode implementasi pupuk organik:

Penerapan pupuk organik dapat dilakukan dengan berbagai metode, tergantung pada jenis tanaman dan kondisi tanah. Berikut beberapa metode penerapan pupuk organik yang umum digunakan:

1. Pencampuran dengan Tanah (Terapkan Sebelum Tanam)

Pupuk organik dicampurkan dengan tanah sebelum menanam untuk meningkatkan kesuburan tanah. Biasanya, pupuk organik berupa kompos atau pupuk kandang dicampurkan pada kedalaman 10–20 cm.

2. Pemberian Langsung di Sekitar Tanaman (Side Dressing)

Pupuk organik diberikan di sekitar tanaman yang sudah tumbuh. Pupuk ini disebar secara merata di sekitar batang tanaman, kemudian ditutup dengan tanah untuk mengurangi penguapan dan mempercepat proses dekomposisi.

3. Pemberian dengan Teknik Pupuk Fermentasi (Pupuk Cair Organik)

Pupuk cair organik seperti pupuk kompos cair atau pupuk dari hasil fermentasi sisa-sisa tanaman bisa disiramkan langsung ke tanah atau digunakan sebagai penyemprotan daun. Ini membantu tanaman mendapatkan nutrisi dalam bentuk yang lebih mudah diserap.

4. Mulching

Pupuk organik dapat digunakan dalam bentuk mulsa organik, seperti jerami, daun kering, atau kompos yang diletakkan di permukaan tanah di sekitar tanaman. Mulsa ini berfungsi untuk mempertahankan kelembapan tanah, mengurangi gulma, dan memberi nutrisi secara perlahan.

5. Pemberian Melalui Lubang Tanam

Untuk tanaman tertentu seperti pohon atau tanaman tahunan, pupuk organik bisa dimasukkan ke dalam lubang tanam sebelum menanam bibit. Pupuk ini memberikan pasokan nutrisi langsung ke akar tanaman.

6. Aplikasi dengan Sistem Irigasi

Pupuk organik dalam bentuk cair bisa diterapkan melalui sistem irigasi tetes (fertigasi). Dengan cara ini, nutrisi langsung diberikan ke akar tanaman secara efisien.

7. Pengomposan di Lahan

Pupuk organik bisa dihasilkan langsung di lapangan melalui proses pengomposan sisa tanaman dan bahan organik lainnya. Hasil kompos ini kemudian disebarkan secara merata ke lahan.

Setiap metode penerapan harus disesuaikan dengan jenis tanaman, fase pertumbuhannya, dan kondisi tanah agar efektivitasnya maksimal.

Maka perlunya juga seorang milenial memberikan motivasi serta mampu bergerak menerapkan pupuk organik, Pertanian organik juga diharapkan mampu menciptakan petani yang terampil. Dengan pertanian organik mereka harus dapat memanfaatkan alam seutuhnya. Misalnya, pembuatan pupuk organik seperti pupuk kandang dari kotoran hewan dan pupuk kompos dari dedaunan. Sehingga mereka tidak bergantung pada pupuk kimia dari pemerintah.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *