Connect with us

GEMA

DPK Sulsel Studi Tiru Peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat di Kalsel

Published

on

Spread the love

WARNASULSEL.com – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya, S.H., M.H mengutus dua orang Pustakawan dari DPK Sulsel, Syamsul Arif, S.Sos, M.A dan Nazaruddin, S.Ag, M.Sos.I untuk melakukan studi tiru terkait dengan peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa-Kamis (28-30/6/2022).

Seperti diketahui, dalam dua tahun terakhir ini Provinsi Kalimantan Selatan berhasil meraih penghargaan dari Perpustakaan Nasional RI sebagai provinsi dengan capaian IPLM tertinggi di Indonesia.

Keberhasilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam meraih prestasi tersebut, telah mengundang perhatian berbagai daerah untuk melakukan studi tiru, salah satunya dari DPK Provinsi Sulsel.

Kehadiran Koordinator Pustakawan Sulsel Syamsul Arif bersama PIC Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Sulsel Nazaruddin di Banjar Baru Kalsel, Selasa (28/6/2022) diterima langsung Kepala DPK Kalsel Dra. Hj. Nurliani, M.AP di dampingi beberapa stafnya.

Pada kesempatan itu, Kadis yang akrab disapa Bunda Nunung ini menjelaskan berbagai upaya yang selama ini dilakukan bersama dengan seluruh jajaran DPK Kalsel dalam membangun dan mengembangkan gerakan literasi di daerahnya.

Upaya tersebut antara lain, menjalin kemitraan dengan instansi lain seperti Korem, Polda, BNN, Perguruan Tinggi, para penulis, seniman, budayawan dan pegiat literasi termasuk juga dengan para alim ulama. Pada momen-momen tertentu pimpinan dari instansi yang menjadi mitra DPK ini diundang khusus untuk menjadi narasumber pada kegiatan webinar peningkatan literasi masyarakat yang sering dilaksanakan DPK Kalsel.

Memang diakui, bahwa momentum bangkitnya gerakan literasi di Kalsel terutama pada masa pandemi, adalah kemampuan DPK Kalsel untuk melakukan kegiatan webinar dengan berbagai tema yang sangat efektif dalam mendorong peningkatan literasi masyarakat.

Bahkan kegiatan webinar dilaksanakan sampai empat kali dalam sebulan.

Dang terpenting menurut Bunda Nunung, apapun kegiatan yang dilakukan harus dipublikasikan sehingga diketahui oleh masyarakat.

Oleh karena itu DPK Kalsel juga menjalin kemitraan dengan para wartawan di daerah ini. Di samping itu, ia juga secara khusus menugaskan beberapa staf masing-masing bertanggungjawab untuk mengelola media sosial, seperti facebook, instagram dan youtube.

Makanya tidak heran kalau hampir setiap hari pemberitaan ataupun publikasi kegiatan DPK Kalsel ramai di media massa maupun di media sosial.

Dalam perbincangan yang penuh keakraban ini, Syamsul Arif menuturkan bahwa sebenarnya sebagian dari apa yang dilakukan DPK Kalsel dalam membangun dan mengembangkan gerakan literasi ini juga sudah dilakukan di Sulsel, hanya saja memang diakui bahwa upaya yang dilakukan DPK Kalsel lebih maksimal.

Di samping itu, ada beberapa kegiatan yang telah dilakukan di DPK Kalsel yang memang belum dilaksanakan di Sulsel.

Untuk itu Syamsul Arif dan Nazaruddin menyampaiakan terima kasih kepada Bunda Nunung yang telah banyak memberikan masukan, memberi contoh dan kiat-kiat yang inspiratif dalam membangun dan mengembangan gerakan literasi yang dapat mendorong peningkatan IPLM di daerah ini.

Selanjutnya, Rabu (29/6/2022) pustakawan dari Sulsel ini masih akan melakukan kunjungan ke Kantor dan Gedung Layanan Perpustakaan DPK Kalsel untuk melihat langsung kegiatan pelayanan perpustakaan yang ada di DPK Kalsel. *(naz)