Peristiwa
Workshop Akreditasi Perpustakaan Diselenggarakan oleh Direktorat Standardisasi dan Akreditasi Perpustakaan Nasional bekerjasama dengan DPK Provinsi Sulawesi Selatan
WARNASULSEL.com – Kegiatan ini digelar atas kerjasama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Hotel Aryaduta Makassar, Selasa-Kamis (4-6/4/2023).
Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Perpustakaam Berbasis Inklusi Sosial, Solusi Cerdas, Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pasca Pandemi Covid-19” ini dibuka langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Drs. Muh Syarif Bando, MM.
Hadir dalam kegiatan ini yakni Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir H Andi Parenrengi MP, pejabat struktural dan fungsional lingkup DPK Prov Sulsel, Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota di Sulsel dan beberapa perwakilan dari Perpustakaan daerah yang turut jadi peserta workshop Akreditasi Perpustakaan ini.
Hadir sebagai narasumber Asesor Senior Akreditasi Perpustakaan, Drs Badollahi Mustafa M Lib yang membahas mengenai SNP dan akreditasi perpustakaan, Pengenalan si Papi aplikasi akreditasi, materi instrumen dan bukti fisik serta praktek pengisian instrumen dan penghitungan nilai akreditasi sampai pada rekap hasil self assesment.
Hadir pula Mujiani S.Sos, Pustama Perpusnas RI yang membawakan materi Kebijakan DSA dalam akreditasi perpustakaan.
Laporan kegiatan workshop akreditasi perpustakaan tahun 2023 ini dibawakan langsung oleh Direktur Standardisasi dan Akreditasi Perpusnas RI, Drs Supriyanto, M.Si.
Dalam sambutannya, Kepala Perpusnas RI sangat menekankan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dapat dikembangkan melalui Perpustakaan.
Muh Syarif Bando mengharapkan masyarakat sudah saatnya menjadi produsen. Mampu mengelola Sumber Daya Alam (SDA) sehingga menjadi negara yang mandiri dan pada akhirnya mampu menaikkan angkat pendapatan perkapita.
“Kata kuncinya apa yang diprogramkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo – Pak KH Maruf Amin tentang bagaimana prioritas pada peningkatan kualitas SDM perpustakaan umum harus menjadi garda terdepan untuk memberikan akses yang seluas luasnya kepada masyarakat untuk bisa hidup layak dengan pengetahuan yang diperoleh dari perpustakaan,” tegas Muh Syarif Bando, Rabu (05/04/2023).
Proses akreditasi perpustakaan menjadi satu hal yang penting sebab siap berubah mengikuti perkembangan dan kondisi yang ada sekarang ini.
“Workshop akreditasi perpustakaan ini dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pelaksanaan akreditasi perpustakaan, baik perpustakaan yang akan diakreditasi maupun lembaga pembina perpustakaan untuk dapat melakukan praktek kegiatan pra akreditasi perpustakaan sehingga secara bertahap layak dan siap diakreditasi oleh perpustakaan nasional,” tambahnya.
Kepala DPK Prov Sulsel, Andi Parenrengi mengatakan melalui kegiatan ini akreditasi perpustakaan di Sulsel bisa naik di atas rata rata nasional.
“Di Sulawesi Selatan ini terdapat 9.121 perpustakaan. Namun yang sudah terakreditasi baru 196 perpustakaan, terdiri dari 152 Perpustakaan Sekolah, 23 Perpustakaan Perguruan Tinggi, 17 Perpustakaan Umum dan 4 Perpustakaan Khusus. Atau kalau dipresentasikan baru sekitar 2,1 persen dari seluruh perpustakaan yang ada di Sulsel yang sudah terakreditasi,” sambungnya.
“Oleh karena itu, upaya akreditasi perpustakaan ini perlu mendapatkan perhatian serius dari kita semua. Kita harus melakukan upaya maksimal, melakukan percepatan-percepatan dalam rangka meningkatkan jumlah perpustakaan yang terakreditasi.”
“Kita terus berjuang agar eksistemsi dan peran perpustakaan dapat ditingkatkan termasuk melalui workshop ini,” terang Kepala Perpusnas yang juga alumni Fisipol Unhas ini.
(*MgP)




