Sastra
[PUISI] Husnun Farihah ; Kita hanyalah ego yang butuh makan
Oleh Husnun Farihah
Sendiri
Semua bukan lagi tentang siapa yang menang.
Bukan lagi tentang untaian kata yang tak akan pernah tersemat lagi.
Hadir bagai seenggok rasa yang tak akan pernah usai.
Dan merindu tapi tak akan pernah sembuh
Aku masih disini.
sendiri dengan gelap menguasai diri.
Ingin memeluk tapi kau tak akan pernah kembali.
Berpikir bahwa ini semua hanyalah mimpi. Kehilangan adalah kekosongan
Kita hanyalah ego yang butuh makan
Kita adalah manusia-manusia rapuh.
Dengan doa-doa yang tangguh.
Kita adalah manusia sendu.
Dengan mimpi dan keinginan menggebu.
Kita adalah manusia-manusia yang seringkali abai.
Namun memohon untuk damai.
Sesekali menjadi pahlawan,
Sesekali menjadi lawakan,
Sesekali menjadi pecundang.
Manusia tidak pernah memiliki kepastian.
Jauh dari hal-hal yang menggambarkan kesempurnaan…
USAI
Buku pertama telah kau tutup kemarin lusa.
Dituliskan dengan cinta dan cerita tentang kita.
Diselesaikan dengan duka,sembilan tahun usai sudah.
Lembaran selanjutnya,yang kau buka esok harinya.
Dituliskan masih dengan cinta dan cerita.
Tetapi tak lagi tentang kita.
Melainkan tentang diri yang tak lagi terikat kata Bersama.
Tentang mimpi pribadi yang telah lama dibiarkan mati.
Tentang gemintang bintang yang akan dikejar sendiri-sendiri.
Dan aku,yang tidak bisa beranjak dari masa lalu.
Aku,yang masih tinggal di meja makan ibu.
Semenjak makan malam musim dingin itu.
Sendiri di terpa panah rindu.
*Penulis : Husnun Farihah, Mahasiswa Prodi Jurnalistik, UIN Alauddin Makassar

