Connect with us

Kolom

Resolusi jangan sampai cuma jadi halusinasi

Published

on

Rahmat Fauzan
Spread the love

Oleh: Rahmat Fauzan

SUDAH sekian jam kita memasuki tahun baru. Akhir Desember yang lalu kita semua sibuk mempersiapkan diri. Mungkin sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya, kita melakukan evaluasi atas apa saja yang setahun lalu telah kita lakukan.

Melihat Kembali goals atau cita-cita yang tercapai dan goals apa yang belum tercapai. Lalu membuat Kembali rancangan dan sederet rencana untuk setahun kedepan yang biasa kita sebut dengan “resolusi”. Tidak hanya berupa catatan di atas kertas, kita juga seringkali memposting harapan-harapan kita setahun ke depan pada media sosial.

Sah-sah saja mengumbar harapan dan cita-cita ke khalayak ramai, tapi kalau tak tecapai bagaimana? Yang katanya resolusi, akhirnya cuma jadi halusinasi.

Kamu pernah seperti ini? Sama saya juga hahaha. Dari pengalaman tersebut, membuat kita lebih memporsir apa saja yang layak untuk ditampilkan ke halayak lewat media sosial. Saya sendiri jadi lebih memprivasi resolusi yang ingin saya capai di tahun yang baru ini. Setidaknya kalau tak tercapai, cuma diri kita yang tahukan?

Selain itu, kita juga perlu mengevaluasi apa yang salah dari resolusi kita? Dan kembali lagi, dari pengalaman saya, kesalahan kita dalam membuat resolusi ialah hanya membuat sederet list berupa “Angan Pencapaian” tapi tidak dengan menerapkan Habbit atau langkah-langkah kecil untuk mencapai pencapaian tersebut.

“Tahun ini saya mau punya badan yang atletis” tapi sehari-hari masih malas olahraga dan tidak menjaga pola makan. “Tahun ini saya mau segera wisuda” tapi Ketika membuka laptop masih lebih banyak nonton drakornya dari pada lanjut ngetik revisi dari dosen pembimbing. “Tahun ini mau punya penghasilan yang lebih besar” tapi semangat dan kinerjanya tidak ditingkatkan. Lantas gimana sederet harapan itu bisa tercapai? Resolusipun akhirnya cuma jadi halusinasi yang diakhir tahun nanti masuk lagi dalam daftar harapan yang belum tercapai. C’mon…kita tidak maukan berputar di situ-situ saja?

Berangkat dari keresahan itu, saya pun mencari kiat-kiat mewujudkan harapan dan resolusi. Akhirnya, bertemulah saya dengan sebuah Teori dari Synder Hope. Menurut Synder ada tiga hal yang perlu kita miliki dalam memenuhi harapan atas target atau resolusi kita yaitu.

  1. Pikiran yang fokus
  2. Strategi
  3. Motivasi

Memulai dengan pikiran yang fokus untuk mencapai terget resolusi.

Tiap pagi, bangun dan setelah ibadah (solat) lihatlah daftar resolusi tersebut, agar tidak lupa melakukan hal-hal yang membantu mencapainya.

Kemudian tentukan strategi, jika ingin badan bagus buat jadwal olahraga, ingin skripsi selesai mulai mengetik atau kumpul bersama teman yang dapat memberi masukan, ingin gaji lebih besar efektifkan kinerja di kantor dan perbaiki relasi sesama.

Dan yang terakhir beri afirmasi dan motivasi pada diri untuk mencapai target tersebut. Misalnya motivasi diri anda untuk olahraga, karena dengan olahraga hidup anda akan lebih sehat dan impian mempunyai badan atletis akan dapat tercapai. Atau memotivasi diri dengan membayangkan wajah Bahagia kedua orangtua ketika kamu memakai toga wisuda. Atau memotivasi diri dengan pergi berlibur ke luar negeri setelah mencapai target penghasilan lebih besar.

Ketiga kiat ini akan sangat membantu, baik saya dan teman-teman pembaca untuk mencapai resolusi di tahun 2022 kita.

So, are you ready? Mari sama-sama wujudkan resolusi, biar tidak cuma jadi halusinasi.  Man Jadda wajada.

*Penulis merupakan wisudawan terbaik angkatan II Institut Parahikma Indonesia (IPI)

Editor media warnasulsel.com - Portal media kiwari yang menyajikan berita lebih hangat berfokus berita pendidikan, sastra, buku dan literasi di sulawesi selatan

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *