Peristiwa
Ikon Peradaban Baru Hadir di Bone, Kepala Perpustakaan Nasional RI Resmikan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bone
Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Muhammad Syarif Bando di dampingi Plt. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Bone Andi Fahsar M. Padjalangi meresmikan penggunaan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bone yang terletak di area Ruang Terbuka Hijau Watampone Green Epicentrum (eks lapangan Persibo), Senin (1/11/2021).
Kepala Perpusnas Syarif Bando tiba di Bone Minggu (31/10/2021) sore dan disambut dengan prosesi upacara penjemputan secara adat oleh Bupati Bone beserta jajarannya. Pada acara penjemputan secara adat tersebut Syarif Bando di dampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya.

Gedung Perpustakaan yang diresmikan oleh Kepala Perpusnas ini menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bone Andi Mappanggara dibangun dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus senilai 10 Milyar. Dari Enam kabupaten yang mendapatkan dana DAK untuk pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan di Sulsel, yang tercepat dibangun dan selesai pembangunannya adalah di Bone.
Kepala Perpusnas memberi apresiasi terhadap pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan ini, menurutnya ini luar biasa, bahkan kata Syarif Bando, Plt Gubernur dan semua yang melihat tadi tidak menyangka kalau bisa membangun gedung semewah ini hanya dengan anggaran 10 Milyar.

“Saya kira apa yang dilakukan Bapak Bupati hari Ini adalah merupakan suatu investasi pembangunan Sumber Daya Manusia yang luar biasa,” kata Syarif Bando dalam sambutannya pada acara peresmian Gedung Layanan Perpustakaan yang turut dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI Deni Kurniadi, Ketua DPRD Kabupaten Bone, unsur Forkopimda, para Rektor Perguruan Tinggi di Bone, Pimpinan Ormas di Bone, Beberapa Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten di Sulsel serta sejumlah tamu undangan lainnya.
“Mudah-mudahan infrastruktur yang disiapkan ini menjadi sebuah fasilitas yang menjadi icon bagi Pemerintah Kabupaten Bone, dan kami sangat mengapresiasi karena ditempatkan pada suatu tempat yang sangat strategis. Tidak banyak pemimpin daerah yang menempatkan pembangunan perpustakaan pada suatu tempat yang terbuka, dan ini pasti merujuk dari filosofi Bapak Bupati yang ingin menyajikan fasilitas untuk masyarakat, mengajak masyarakat untuk melakukan kunjungan ke perpustakaan sebagai bagian dari upaya mencerdaskan masyarakat,” imbuhnya .

Ia juga berharap, mudah-mudahan fasilitas yang telah diperjuangkan dibangun oleh Bapak Bupati hari ini betul-betul memberi kontribusi untuk kembali mengungkap sejarah panjang, sejarah besarnya orang-orang Bone, karena sejarah besar orang Bone bukan hanya di Bone, bukan hanya di Sulawesi Selatan, bukan hanya di Indonseia. Kalau Anda membaca satu buku tentang kerajaan di Asia, Asia Tenggara khususnya terutama kekuasaan di Malaysia, asalnya dari sini, bukunya ada di Perpustakaan Nasional.
Menurutnya, kitapun kalau ke Eropa, Amerika pasti kita akan berkunjung ke perpustakaan, museum dan arsip, karena itu adalah simbol peradaban yang ada.

“Saya sampaikan ke jajaran saya perpustakaan bukan hanya penjaga peradaban tapi dia adalah pencipta peradaban,” tandasnya, sembari menambahkan, “Insya Allah dalam beberapa tahun ini kita akan terus memulai pembangunan, saya bilang Pak Deputi, sebelum Pak Deputi pensiun 2023 harus selesai membangun di Sabang, Merauke di Rote kemudian di Miangas Insya Allah bisa kita bangun. Kami juga mengajak Gubenur Sulsel di era kepemimpinan Bapak kita hadirkan sebuah perpustakaan moderen di provinsi, nanti kita kerjasama Insya Allah,”
Ajakan Kepala Perpusnas ini pun mendapat respon positif dari Plt. Gubernur Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya pada acara peresmian gedung perpustakaan ini, Plt. Gubernur menegaskan bahwa Kepala Perpusnas sudah memberi isyarat untuk membangun perpustakaan yang mewah di Indonesia Timur dan dimulai dari Sulawesi Selatan.

“Tadi sudah ada kode-kode Pak Kadis, bahwa bentuklah, bangunlah perpustakaan yang moderen di Indonesia Timur dimulai dari Sulawesi Selatan, kita tinggal tangkap bola kalau begini,” ucapnya.
Iapun meminta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan , yang diakuinya sebagai salah satu Kepala Dinas yang terus senantiasa bersemangat, yang hampir setiap hari mengapload video-video terkait perpustakaan di grup, untuk segera menindaklanjuti ajakan dari Kepala Perpusnas ini.

Sementara itu Bupati Bone dalam sambutannya pada acara peresmian tersebut mengatakan, perpustakaan ini akan menjadi magnet literasi di Kabupaten Bone, untuk mendorong peningkatan minat baca masyarakat sehingga pengetahuan dan peningkatan SDM masyarakat ini semakin besar.
Pada rangkaian acara peresmian ini Plt. Gubernur Sulsel dan Bupati Bone juga menerima penghargaan dari Kepala Perpustakaan Nasional RI atas dedikasinya dalam membina dan mengembangkan perpustakaan di wilayahnya.
Sebelumnya, juga dilaksanakan penandatangan MoU tentang kerjasama perpustakaan antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dengan Politeknik Kelautan Makassar , dan penadatanganan MoU antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dengan Universitas Muhammadiyah Enrekang.

Plt Gubernur Sulsel di dampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel pada rangkaian acara tersebut juga menyerahkan secara simbolis bantuan Konten Pojok Baca Digital berupa buku, rak buku, komputer, meja komputer, kursi, Smatr TV, UPS Stabilizer listrik, meja informasi, sofa, karpet dan desain aksesoris kepada dua Perpustakaan masjid di Bone dan bantuan Replikasi Mandiri Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial berupa buku, rak buku dan komputer kepada 21 Perpustakaan Desa di Kabupaten Bone, serta penyerahan bantuan 1.000 Al-Quran yang akan disalurkan ke masjid dan pesantren melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bone.* (naz)

