Peristiwa
Menceritakan Ulang Isi Buku di SD Inpres Batangkaluku, Relima Gowa dan TBM RAKIT Tumbuhkan Keberanian Anak Bercerita
WARNASULSEL.com – Suara tawa dan tepuk tangan menggema di lapangan SD Inpres Batangkaluku pada Selasa pagi, 4 Agustus 2026. Berbeda dari biasanya, halaman sekolah itu berubah menjadi ruang belajar terbuka yang dipenuhi semangat membaca. Sekitar 160 siswa dari seluruh jenjang kelas berkumpul bersama para guru mengikuti kegiatan literasi yang digagas oleh Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Kabupaten Gowa bersama TBM RAKIT Gowa.
Di bawah langit pagi yang cerah, buku-buku bantuan bacaan bermutu berpindah dari tangan ke tangan. Anak-anak membuka halaman demi halaman dengan rasa penasaran, sementara para guru ikut larut dalam suasana yang penuh antusias.
Relima Gowa, Muh Galang Pratama, memulai kegiatan dengan membaca nyaring sebuah buku cerita di hadapan seluruh peserta. Tidak sekadar membacakan isi buku, ia juga mengajak anak-anak memahami pesan yang terkandung di dalam cerita, berdialog, serta membangun imajinasi melalui setiap tokoh dan peristiwa yang dibacakan.
“Ketika anak menikmati cerita, sesungguhnya mereka sedang belajar memahami, berpikir kritis, dan berani menyampaikan pendapat,” ujarnya di sela kegiatan.
Usai sesi membaca nyaring, buku-buku dibagikan kepada para siswa untuk dibaca secara mandiri. Wajah-wajah kecil itu tampak tenggelam dalam cerita yang mereka pegang. Tidak lama kemudian, Muh Galang Pratama memberikan tantangan sederhana: siapa yang berani maju ke depan untuk menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca.
Tiga orang siswa mengangkat tangan dengan penuh percaya diri. Mereka maju ke depan teman-temannya. Ada yang masih sesekali melihat buku untuk memastikan alur cerita, namun ada pula yang mampu menceritakan kembali isi bacaan tanpa melihat teks sama sekali. Meski masih sederhana, keberanian mereka mendapat sambutan hangat berupa tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.
Kehadiran Ainun Jariah dari TBM RAKIT Gowa turut menambah semangat kegiatan. Ia mendampingi anak-anak selama proses membaca sekaligus memberikan motivasi agar membaca menjadi kebiasaan yang menyenangkan, bukan sekadar tugas sekolah.
Menurut Muh Galang Pratama, kegiatan seperti ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat.
“Kami berharap kegiatan literasi seperti ini dapat menjadi rutinitas di setiap sekolah. Membaca bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, keberanian berbicara, dan kebiasaan belajar sepanjang hayat,” katanya.
Kepala SD Inpres Batangkaluku, Rini Astuti Rifai, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara sekolah, Relima Gowa, dan TBM RAKIT Gowa.
“Kami berharap ke depan SD Inpres Batangkaluku dapat melahirkan peserta didik yang memiliki budaya literasi yang baik, bahkan menjadi penulis dan memiliki kemampuan yang kuat dalam literasi digital. Semoga kerja sama dengan TBM RAKIT Gowa dan Relima dapat terus berlanjut dan berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Senada dengan itu, guru sekaligus operator sekolah, Akbar, S.Pd., mengaku kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi warga sekolah.
“Kami merasa sangat terbantu dengan kegiatan literasi yang dilaksanakan di sekolah. Program ini sejalan dengan program nasional sekaligus program sekolah. Kehadiran Relima dan pegiat literasi dari TBM RAKIT Gowa memberikan arah dan motivasi baru bagi kami. Anak-anak terlihat sangat antusias, bahkan seluruh kelas ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tuturnya.
Suasana pagi itu menjadi bukti bahwa menumbuhkan budaya membaca tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas. Dengan buku, cerita, dan keberanian untuk berbagi, lapangan sekolah pun dapat menjelma menjadi ruang literasi yang hidup—tempat lahirnya generasi pembaca, penulis, sekaligus pembelajar sepanjang hayat.





