Connect with us

Peristiwa

Klinik Nuhrintama Makin Bersinar: Kepala Klinik Raih Gelar FIHFAA di Forum Nasional LAFKI

Published

on

Klinik Nuhrintama
Spread the love

Gowa — Kepala Klinik Nuhrintama, dr. Astari Pratiwi Nuhrintama, M.Kes (MARS)., CHBSP., CSLM., CHLQM., secara resmi dilantik dan menerima gelar Fellow of the Indonesian Health Facility Accreditation Agency (FIHFAA) dalam perhelatan Pertemuan Ilmiah Fasilitas Kesehatan Indonesia ke-4 (PIFKI IV) yang digelar oleh Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) pada 12–14 Juni 2026 di Hotel Merumatta Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Gelar bergengsi ini bukanlah pencapaian yang datang dalam semalam. Selama lebih kurang empat bulan, sejak Februari hingga Mei 2026, dr. Astari menjalani serangkaian pendidikan dan pelatihan intensif dalam program FIHFAA Angkatan 5 yang diselenggarakan secara daring oleh LAFKI.

Program ini dirancang untuk mengembangkan kapasitas dan keahlian para profesional di bidang akreditasi fasilitas kesehatan, membangun jaringan komunitas profesional nasional, sekaligus memberikan pengakuan atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam pengembangan sistem akreditasi di Indonesia.

Salah satu luaran wajib program FIHFAA adalah publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi. Memenuhi persyaratan tersebut, dr. Astari berhasil menerbitkan artikel ilmiahnya di Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI), Vol. 10 No. 2, April 2026 — jurnal berindeks dengan E-ISSN 2865-6583 yang diterbitkan oleh Universitas Respati Indonesia.

Artikel tersebut berjudul “Analisis Kesiapan Akreditasi Klinik melalui Pengembangan Instrumen Audit Internal Berbasis Potensi Fraud: Studi Evaluatif di Klinik Nuhrintama”, ditulis bersama dr. Iwan Trihapsoro selaku reviewer FIHFAA, serta tim koordinator Klinik Nuhrintama: Harleily Mayuni Baharsyah, Nurul Mukhlisa, Nurridha Sasmitha, dan Rahmayanti.

Penelitian ini mengembangkan instrumen audit internal terintegrasi berbasis deteksi risiko kecurangan (fraud risk) dan menganalisis kesiapan akreditasi Klinik Nuhrintama secara substantif. Hasilnya cukup mengejutkan sekaligus mencerahkan — meskipun kelengkapan dokumen administratif klinik telah melampaui 80%, skor kepatuhan substantif keseluruhan hanya mencapai 44,43% ketika dinilai menggunakan instrumen berbasis risiko.

Temuan ini mengonfirmasi fenomena paper compliance yang kerap terjadi di fasilitas kesehatan tingkat pertama, sekaligus menghasilkan tiga rekomendasi tindak lanjut (CAPA) berupa digitalisasi kontrol billing, penguatan pengendalian aset farmasi, dan integrasi data rekam medis dengan sistem billing.

Adapun perhelatan PIFKI IV sendiri mengangkat tema “Transformasi Global Mutu Pelayanan Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal” dan dihadiri oleh tokoh-tokoh kesehatan terkemuka nasional, mulai dari Wakil Menteri Kesehatan RI, Kepala BPOM, Direktur Utama BPJS Kesehatan, hingga Wakil Gubernur NTB.

Rangkaian kegiatan selama tiga hari mencakup Bakti Sosial Kesehatan berupa pemeriksaan USG gratis di UPT BLUD Puskesmas Narmada, Seminar Ilmiah dengan berbagai sesi strategis, Gala Dinner bertema Busana Daerah Nusantara, hingga puncaknya prosesi Pelantikan Surveior dan FIHFAA Angkatan 5 pada Minggu, 14 Juni 2026 di Ballroom Hotel Merumatta. Dalam momen tersebut, dr. Astari Pratiwi secara resmi menerima Sertifikat dan PIN FIHFAA yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum LAFKI, dr. Benny H. Tumbelaka, Sp.OT., M.H.Kes., FIHFAA.

Dengan gelar FIHFAA yang kini resmi disandang, perjalanan empat bulan pendidikan yang berbuah publikasi ilmiah nasional, dan semangat transformasi yang ia bawa pulang dari forum nasional, dr. Astari Pratiwi semakin kukuh melangkah dalam memimpin Klinik Nuhrintama — menghadirkan pelayanan yang tidak hanya memenuhi standar di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Gowa. (Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *