Connect with us

Peristiwa

Seminar Awal Desa KKN Tematik UNHAS Dorong Pengembangan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Desa Solo, Luwu Timur

Published

on

Seminar Awal Desa KKN Tematik UNHAS Dorong Pengembangan UMKM Berbasis Potensi Lokal
Spread the love

WARNASULSEL.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pengembangan UMKM Gelombang 114 Universitas Hasanuddin resmi memulai kegiatan pengabdian di Desa Solo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, dengan menggelar Seminar Awal Desa bertema “Pengembangan UMKM dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Desa.”

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Solo ini menjadi momen awal untuk memaparkan program kerja tematik berbasis keilmuan yang akan dijalankan mahasiswa selama masa KKN. Turut hadir dalam kegiatan ini, Dosen Pembimbing Lapangan (DPK) Dr. Nurmalasari, SKM., M.Kes., MA, yang memberikan penguatan dan arahan kepada tim mahasiswa serta perangkat desa dan pelaku UMKM setempat.

Dalam seminar tersebut, Tim KKN yang terdiri dari SY Moh Fathur (Koordinator Desa), Alia Muslimah (Sekretaris), Nafila Rezkiani (Bendahara), Maryam Reininda Hidayat (Humas), dan Ifa Asyirah (Publikasi & Dokumentasi), memaparkan lima program unggulan, yakni:

1. Pendampingan Koperasi Merah Putih sebagai basis penguatan ekonomi kolektif desa,
2. Pelatihan Diversifikasi Produk UMKM dengan fokus pada pengolahan minyak nilam dan produksi lilin aromaterapi,
3. Edukasi OSS dan Legalitas Usaha untuk mendukung legalitas dan akses pasar UMKM, serta
4. Optimalisasi Ekoenzim sebagai solusi ramah lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat.
5. Pelatihan pemanfaatan limbah jerami menjadi pakan ternak/ikan sebagai sumber pendapatan tambahan bagi petani di Desa Solo.

Menurut Koordinator Desa, SY Moh Fathur, program ini dirancang agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga desa. “Kami melihat potensi besar di Desa Solo yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan, baik dari sektor agribisnis, produk kreatif, maupun lingkungan,” ujarnya.

Dr. Nurmalasari juga menyampaikan harapannya agar mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat desa.

“Kehadiran mahasiswa di desa harus memberi dampak nyata dan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal,” tuturnya.

Tim mahasiswa berharap, rangkaian kegiatan yang akan dijalankan selama masa KKN ini mampu menjadi katalisator bagi penguatan UMKM lokal, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta menjadikan Desa Solo sebagai contoh desa mandiri dan produktif di Kabupaten Luwu Timur. (*)

Editor media warnasulsel.com - Portal media kiwari yang menyajikan berita lebih hangat berfokus berita pendidikan, sastra, buku dan literasi di sulawesi selatan

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *