Peristiwa
Kolaborasi FLP UIN Alauddin Makassar dan Gowa Book Party: Gerakan Literasi yang Menyatukan Komunitas
WARNASULSEL.com – Gowa, 27 April 2025 – Forum Lingkar Pena (FLP) Ranting UIN Alauddin Makassar bersama Gowa Book Party, English Youth Community, Eliots Letters, dan UKM LDK Al-Jami’ UINAM sukses menyelenggarakan acara Merawat Literasi—sebuah inisiatif kreatif untuk menghidupkan budaya baca melalui konsep kolaborasi. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 50 mahasiswa ini berlangsung di halaman Masjid Agung Sultan Alauddin, UIN Alauddin Makassar, dengan nuansa santai namun penuh makna.
Terinspirasi oleh gerakan Indonesia Book Party, acara ini mengusung konsep silent reading di ruang terbuka, di mana peserta diajak membaca buku favorit mereka dalam keheningan yang produktif. Setelah sesi membaca, mereka berbagi refleksi tentang bacaan masing-masing, menciptakan diskusi yang hangat dan inspiratif.
Tak hanya itu, English Youth Community memandu serangkaian permainan interaktif yang memacu semangat kebersamaan, membuktikan bahwa literasi bisa dikemas secara menyenangkan tanpa kehilangan esensinya.
Salah satu highlight acara adalah sesi sapa komunitas, di mana perwakilan dari masing-masing organisasi memperkenalkan visi dan program mereka. Momen ini tidak hanya memperluas jejaring antaranggota, tetapi juga membuka peluang kolaborasi di masa depan. “Kami percaya bahwa sinergi antar-komunitas adalah kunci untuk menciptakan dampak yang lebih besar,” ujar salah satu panitia.
Ahmad Shiddiq Fakhruddin, Ketua FLP Ranting UIN Alauddin Makassar 2024-2025, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga semangat literasi. “Kami ingin menunjukkan bahwa literasi bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan gerakan kolektif. Dengan menyatukan berbagai komunitas, kami berharap dapat menciptakan ekosistem yang mendukung minat baca di kampus.”
Ia juga berharap agar kegiatan semacam ini mendapat dukungan lebih dari pihak universitas. “Dengan pendekatan top-down, acara literasi bisa lebih masif dan melibatkan lebih banyak pihak. Kami ingin melihat UIN Alauddin Makassar menjadi kampus yang benar-benar hidup dengan budaya literasi.”
Acara ini menjadi bukti bahwa merawat literasi bisa dilakukan dengan cara yang beragam—tidak terbatas pada diskusi formal, tetapi juga melalui pertukaran ide, permainan, dan kolaborasi. “Setiap komunitas membawa perspektif unik, dan itulah yang memperkaya gerakan ini,” tambah Shiddiq.
Dengan semangat Merawat Literasi, FLP UIN Alauddin Makassar dan para kolaborator berkomitmen untuk terus menggelar inisiatif serupa, menjadikan literasi sebagai gaya hidup, bukan sekadar kegiatan insidental.
Laporan | Ahmad Shiddiq Fakhruddin

