Kolom
Peran Strategis Bunda Literasi dalam Mendorong Pembudayaan Kegemaran Membaca dan Meningkatkan Kecakapan Literasi Masyarakat
Oleh: Nazaruddin, S.Ag., M.Sos. I
(Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan)
Di tengah kekhawatiran akan melemahnya gerakan literasi akibat dari kebijakan efisiensi yang terjadi di hampir seluruh pelosok negeri. Di Sulawesi Selatan tiba-tiba muncul sebuah harapan baru, sebuah kejutan dan gerbarakan yang dilakukan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman dengan mengukuhkan Naoemi Octarina sebagai Bunda Literasi Sulawesi Selatan, dan selanjutnya Bunda Literasi Sulsel secara serentak mengukuhkan Bunda Literasi Kabupaten/Kota se-Sulsel. Pengukuhan ini, diharapkan menjadi momentum strategis untuk terus mendorong dan menguatkan Gerakan Pembudayaan Membaca dan Peningkatan Kecakapan Literasi Masyarakat secara terstruktur dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman secara resmi mengukuhkan Naoemi Octarina Sudirman selaku Bunda Literasi Provinsi Sulawesi Selatan Masa Bakti 2025-2030, pada hari Selasa tanggal 11 Maret 2025, di Baruga Karaeng Pattinggalloang Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Selain dikukuhkan sebagai Bunda Literasi, pada kesempatan itu Naoemi juga dikukuhkan sebagai Bunda PAUD dan Bunda Forum Anak Sulawesi Selatan Masa Bakti 2025-2030. Beberapa saat setelah dikukuhkan menjadi Bunda Literasi Provinsi, Naoemi Octarina selanjutnya mengukuhkan Bupati Wanita/Istri Bupati Walikota 21 Kabupaten/Kota hasil Pemilihan Kepala Daerah serentak di Sulsel sebagai Bunda Literasi masing-masing Kabupaten/Kota Masa Bakti 2025-2030. Lalu, pada Jumat 21 Maret 2025, Naoemi kembali mengukuhkan Bunda Literasi Kabupaten Gowa dan Jeneponto.
Pengukuhan Naoemi Octarina Sudirman sebagai Bunda Literasi Provinsi Sulawesi Selatan Masa Bakti 2025-2030, serta pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten/Kota di 23 daerah di Sulawesi Selatan Masa Bakti 2025-2030- Minus Kota Palopo-, merupakan mementum penting yang memiliki makna strategis dan signifikan dalam upaya mendorong peningakatan budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat di Sulawesi Selatan.
Betapa tidak, Peran dan Power seorang istri Gubernur dan Istri Bupati/Walikota bahkan Bupati Perempuan yang dikukuhkan menjadi Bunda Literasi ini tidaklah kecil. Beberapa aspek strategis dari pengukuhan Bunda Literasi tersebut antara lain:
- Penguatan Komitmen Pemimpin Daerah dalam Meningkatkan Literasi
Dengan dikukuhkannya Bunda Literasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, terdapat sinergi antara pemerintah daerah termasuk Organisasi Perangkat Daerah dengan Bunda Literasi dan komunitas literasi dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan program literasi. Peran Bunda Literasi yang umumnya dijabat oleh istri kepala daerah memungkinkan adanya pendekatan yang lebih inklusif dan berbasis komunitas, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
- Meningkatkan Peran Perempuan dalam Pendidikan dan Literasi
Keterlibatan perempuan, terutama para istri kepala daerah maupun kepala daerah perempuan, dalam gerakan literasi menunjukkan bahwa literasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga tanggung jawab sosial yang bisa bergerak melalui figur-figur yang dekat dengan masyarakat. Hal ini memperkuat peran perempuan dalam membangun budaya literasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
- Memperkuat Sinergi antara Program Literasi, PKK, Dekranasda, Posyandu, PAUD, dan Perlindungan Anak
Dengan peran ganda Naoemi Octarina sebagai Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda, Ketua Dewan Pembinan Posyandu, Bunda PAUD dan Bunda Forum Anak, terdapat potensi besar untuk mengintegrasikan program literasi dengan kegiatan PKK, Dekranasda, Posyandu, pendidikan anak usia dini serta perlindungan anak. Anak-anak yang sejak dini melalui pendekatan keluarga dikenalkan dengan budaya membaca akan tumbuh dengan kecakapan literasi yang lebih baik, sehingga melahirkan generasi yang lebih cerdas dan siap menghadapi tantangan masa depan.
- Mendorong Inovasi dan Program Literasi Berbasis Sosial dan Digital
Dengan adanya pengukuhan ini, diharapkan akan muncul berbagai inovasi dalam program literasi, yang dapat digerakkan melalui lingkungan keluarga, termasuk pemanfaatan secara bijak teknologi digital dalam mendukung budaya membaca. Program seperti perpustakaan digital, gerakan membaca berbasis keluarga dan komunitas, serta kampanye literasi di media sosial bisa semakin diperkuat dengan dukungan penuh dari Bunda Literasi di berbagai daerah.
- Meningkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat
Keberadaan Bunda Literasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca dan literasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang lebih persuasif dan berbasis keluarga dan komunitas, masyarakat di berbagai lapisan dapat lebih terdorong untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan dan kebutuhan.
- Memperkuat Kolaborasi dengan Perpustakaan dan Taman Bacaan Masyarakat
Bunda Literasi diharapkan dapat menjadi jembatan antara pemerintah daerah, perpustakaan, sekolah, komunitas literasi, dan taman bacaan masyarakat dalam mengembangkan program literasi yang berkelanjutan. Kolaborasi ini akan memperkuat infrastruktur literasi dan meningkatkan keterjangkauan layanan perpustakaan hingga pelosok daerah.
Dengan berbagai makna strategi tersebut, pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya membaca di Sulawesi Selatan serta meningkatkan kualitas literasi masyarakat menuju kehidupan yang lebih cerdas dan sejahtera.
Selamat kepada para Bunda-Bunda Literasi yang telah dikukuhkan. Saya yakin Bunda-Bunda adalah figur hebat, manusia pilihan, yang akan menginspirasi, memotivasi dan mengawal Gerakan Peningkatan Budaya Baca dan Literasi sebagai kekuatan dalam membangun generasi unggul di masa depan.

