Connect with us

Kolom

Launching dan Bedah Buku Inspiratif di Makassar: Hati yang Lembut Jiwa yang Tegar & Semua Akan Baik-baik Saja, Meski

Published

on

Spread the love

Makassar, 11 Oktober 2025 — Komunitas Literasi Perempuan Makassar menggelar acara launching dan bedah buku yang penuh makna di lantai 2 Jeger Coffee Shop, Kota Makassar. Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini mengulas dua karya inspiratif dari pegiat literasi, Andi Ulfa Wulandari dan Rosmayasari. Buku karya Andi Ulfa Wulandari diterbitkan oleh Stiletto Book, Yogyakarta, dan buku karya Rosmayasari diterbitkan oleh Jariah Publishing, Gowa yang juga telah menjadi partner Komunitas Literasi Perempuan dalam memicu semangat literasi khususnya di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan pecinta literasi dan aktivis perempuan, dengan kehadiran moderator Sitti Nurliani Khanazahrah, seorang aktivis perempuan dan pegiat literasi yang terkenal dengan wawasan mendalamnya. Pembedah Mujadid Sigit Aliah, dosen Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, serta Nur Rakhmi Said, aktivis Lentera NalaRasa sekaligus konselor di balai rehabilitasi Kota Makassar, turut memperkaya diskusi dengan perspektif yang berbeda.

Selain itu, hadir juga founder Komunitas Literasi Perempuan, Fitrianingsi Husran, yang memberikan dukungan kepada perempuan untuk terus bertumbuh dan berkarya. Dua buku yang diluncurkan ini, “Hati yang Lembut Jiwa yang Tegar” karya Andi Ulfa Wulandari dan “Semua Akan Baik-baik Saja, Meski” karya Rosmayasari, menjadi pusat perhatian dalam diskusi yang penuh rasa kekeluargaan dan kebersamaan.

Andi Ulfa Wulandari, selaku penulis dan ketua komunitas, menegaskan bahwa buku ini ditujukan tidak hanya untuk perempuan, tetapi juga untuk laki-laki. Dia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan tiga aspek dalam diri manusia yaitu jiwa, akal, dan materi melalui genre self-improvement sebagai asupan spiritual dan penyadaran diri (self awareness). Sementara itu, Rosmayasari berbagi alasan di balik lahirnya buku “Semua Akan Baik-baik Saja, Meski”. Menurutnya, buku ini adalah refleksi dari luka-luka yang menganga dan harapan untuk bangkit kembali. Kumpulan puisi yang menggugah hati ini diselipi ayat-ayat Ilahi sebagai penguat di tengah liku kehidupan.

Kegiatan ini menjadi sangat menarik karena kedua narasumber membedah karya mereka dari perspektif berbeda namun saling melengkapi, menambah wawasan dan memperluas cakrawala berpikir peserta. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan ini menunjukkan bahwa literasi dan karya tulis mampu menjadi jembatan menyentuh hati dan menginspirasi banyak orang.

Acara ini membuktikan bahwa manusia memiliki kapasitas besar untuk menciptakan karya yang bermakna, dengan kepekaan terhadap realitas dan keberanian berbagi pengalaman hidup melalui kata-kata.