Kolom
Bimtek Literasi Informasi : Upaya Meningkatkan Kecakapan Literasi Masyarakat Menuju SDM Sulawesi Selatan yang Unggul dan Berkarakter
(Bagian 2 dari 2 Tulisan)
Oleh: Nazaruddin, S.Ag., M.Sos.I
(Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan)
Bagian 1 telah membahas pentingnya literasi informasi dan peran Bimtek dalam membekali masyarakat Sulawesi Selatan dengan kecakapan literasi informasi dasar. Pada bagian ini, kami akan menyoroti dampak strateginya dalam pembangunan SDM yang maju dan berkarakter.
Literasi informasi bukan hanya soal kemampuan mencari informasi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mengolah pengetahuan menjadi kekuatan transformatif . Dalam konteks pembangunan daerah, keterampilan ini menjadi kunci dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif, produktif, dan memiliki integritas .
Kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Informasi yang dijalankan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Dana Bantuan Pengembangan Program Perpustakaan Daerah dari Perpustakaan Nasional RI, bertujuan untuk Mendukung pengembangan program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat tercipta agen-agen perubahan yang mampu menjadi katalisator kemajuan di tengah masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini mendorong peserta untuk:
- Berpikir kritis dan reflektif terhadap informasi yang diterima;
- Menggunakan informasi untuk mengambil keputusan yang bijak dalam kehidupan pribadi, sosial, dan profesional;
- Meningkatkan kemampuan menulis, berbicara, dan menyampaikan ide secara digital , sehingga mampu bersaing dalam ruang publik yang semakin kompetitif;
- Memahami etika informasi dan membangun budaya literasi yang sehat, yang menjunjung nilai kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab.
Lebih jauh lagi, literasi informasi mendukung penguatan karakter individu . Masyarakat yang terlatih dalam literasi informasi cenderung memiliki rasa ingin tahu tinggi, tidak mudah terprovokasi, serta mampu menyelesaikan masalah dengan pendekatan berbasis data dan analisis. Ini menjadi modal sosial yang luar biasa dalam membangun komunitas yang toleran, kolaboratif, dan berdaya saing.
Tak hanya itu, kecakapan literasi informasi juga memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi lokal . Warga desa, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan generasi muda dapat menggunakan kemampuan ini untuk menggali informasi pasar, meningkatkan kualitas produk, dan memanfaatkan platform digital untuk pemasaran serta promosi. Dalam jangka panjang, hal ini akan menciptakan rantai nilai ekonomi berbasis pengetahuan.
Oleh karena itu, keinginan program Bimtek ini sangat penting. Perlu dilakukan penguatan melalui sinergi antarinstansi, pengembangan kurikulum yang adaptif, dan pelatihan berkelanjutan di tingkat kabupaten/kota hingga pelosok desa. Peran pustakawan, guru, pegiat literasi, tokoh masyarakat, dan pemuda lokal sangat strategis sebagai motor penggerak literasi informasi di wilayah masing-masing.
Pada akhirnya, literasi informasi bukan sekedar slogan atau kegiatan insidental. Ia adalah peradaban. Dengan menjadikan literasi informasi sebagai pilar pembangunan SDM, Sulawesi Selatan sedang menapaki jalan menuju masa depan yang maju secara intelektual dan kuat dalam nilai-nilai karakter bangsa. (tamat)


Pingback: Bimtek Literasi Informasi : Upaya Meningkatkan Kecakapan Literasi Masyarakat Menuju SDM Sulawesi Selatan yang Unggul dan Berkarakter - warnasulsel.com