Peristiwa
Masyarakat geram, Pendaki dihimbau selalu waspda
Aksi pelecehan kepada salah satu rombongan pendaki asal Bone di hari sabtu tanggal 26 April 2025 , Di jalur Pendakian Gunung Bawakaraeng Via Jalur Tassoso Desa Gunung Perak Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai. Pelaku adalah warga lokal.
Menurut keterangan korban Berisinial A umur (20) ,pelaku malakukan pelecehan di jalur menuju puncak Bawakaraeng via tassoso di antara pos 3 dan 4 pada pukul 11:50 kurang lebih ,pelaku atas nama akbar / taba (24) juga merupakan warga lokal karena pada saat itu pelaku layaknya berpakaian ingin berkebun, baju berwarna hijau kecoklatan yang mulai pudar, bercelana pendek berwarna cream dengan memakai ransel hitam, memakai topi, parang di seblah kiri dan mempunyai seekor anjing yang warnanya coklat muda lembut kemudian di bagian leher atau kepalanya ada bulu berwarna putih dan menggunakn kalung tali di lehernya , ini debenarkan oleh beberapa kawan satu rombongan yang sempat melihatnya.
Kronologi sebelum kejadian,korban dan beberapa rombongan saling bertemu pelaku di sungai terakhir antara pos 2 dan 3 gunung bawakaraeng via tassoso sementara 4 orang dari rombongan sudah jalan duluan menuju pos 3 ,pelaku naik sebelum rombongan belakang naik ,saat sebelum mendekati pos 3 pelaku dengan salah satu rombongan belakang bertemu melakukan perbincangan .
Inisial M bertanya kepada pelaku “Mauki naik di bawakaraeng om ? pelaku menjawab “tidakji, adaji mau pergi saya kerja diatas ,setelah itu dia naik lalu kemudian pelaku bertemu kembali dengan 4 rombongan yang berada di depan, posisinya 4 orng ini sudah berada di pos 3 dan pelaku ini melewatinya, selanjutnya 4 orang ini melanjutkan perjalanan menuju ke pos 4 , korban yang berada di barisan ke 6 pada saat itu dan beberapa rombongan lain juga lanjut namun korban yang posisinya pada saat itu sendiri menuju ke pos 4 yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rombongan baris ke 5 dan ke 7 bertemu dengan pelaku, korban sempat mengatakan “Tabe Om”.
Disitulah pelaku melakukan aksi bejatnya tanpa mengatakan apa apa langsung mengarah ke korban memegang buah dada korban kemudian lari melipir ke kanan masuk hutan tanpa melewati jalur umum. Teriakan korban membuat kaget rombongan yang berada di depan , rombongan yang berda di barisan ke 5 lah yang menemui korban , awalnya rombongan di baris ke 5 ini menganggap korban ini bertemu makhluk halus namun ternyata tidak. korban mengatakan dilecehkan oleh warga yang merupakan pelaku yang sempat bertemu sebelumnya.
Dari berbagai keterangan ,beberapa warga memang sudah mencurigai l pelaku setelah di sebutkan ciri ciri, bahkan pelaku memang jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, dihimbau kepada seluruh pendaki atau wisatawan bahkan masyarakat agar tetap waspada, Menurut keterangan dari saudara fiqri (25), leader rombongan pendaki.
Setelah beberapa hari melakukan mediasi dalam pencarian pelaku, barulah kemudian pelaku di introgasi dan akhirnya langsung mengaku di tanggal 5 Mei 2025 kurang lebih sekitar pukul 18:10 WITA di kediaman Kepala Desa Gunung Perak Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai, kami selaku rombongan korban dan korban yang bersangkutan sangat berterimah kasih kepada Kepala desa , pemerintah setempat, Kanit reskrim sinjai barat, Babinkantibmas gunung perak, Babinsa gunung perak dan para tokoh masyarakat Dusun Tassoso desa Gunung Perak, karena telah membantu kami menyelesaikan masalah ini sampai selesai. Mudah mudahan tragedi seperti ini tidak terulang kembali dan kami harap para pendaki tetap jaga diri.
Kiriman dan Laporan Ulil Albab, Pendaki Asal Bone.

