Connect with us

Kolom

Gantala Jarang: Gastrodiplomasi Masyarakat Jeneponto

Published

on

Spread the love

Oleh: Muh. Zulhamdi Suhafid (Mahasiswa Hubungan Internasional UIN Alauddin Makassar)

Keberagaman menjadi sesuatu yang melekat dimasyarakat Indonesia. Heterogenitas tidak bisa dihindari dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seperti di Indonesia. Ada berbagai keberagaman yang hadir ditengah-tengah masyarakat indonesia, seperti suku, agama, ras, antargolongan, hingga makanan. Setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khas masing-masing dari sabang sampai merauke.

Salah satu daerah diwilayah barat Sulawesi Selatan yakni Kabupaten Jeneponto, memiliki ciri khas dalam hal makanan yaitu GANTALA JARANG. Makanan Gantala Jarang ini biasa disebut GanJa yang terbuat dari daging Kuda. Daging Kuda menjadi bahan dasar dalam masakan Gantala Jarang. Secara etimologi, Gantala Jarang berasal dari kata Gantala yang berarti “Kuah”, sedangkan kata Jarang berarti “Kuda”. Gantala Jarang ini biasanya dikonsumsi pada saat acara besar seperti Khitanan, Pernikahan, Syukuran, dan lain sebagainya.

Perlu diketahui bahwa hewan Kuda telah menjadi identitas kabupaten Jeneponto. Dimana dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, hanya Jeneponto yang memiliki makanan khas berasal dari daging kuda.

Maka dari itu, penulis menginginkan bahwa Gantala Jarang ini dapat dijadikan sebagai instrumen diplomasi Internasional. Dalam studi Ilmu Hubungan Intersional, diplomasi dalam bentuk makanan disebut GASTRODIPLOMASI. Gastrodiplomasi merupakan sebuah instrumen diplomasi budaya dengan memanfaatkan kekayaan kuliner baik itu makanan dan minuman khas lokal. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan brand awareness bangsa. Jadi, ketika masyarakat Jeneponto ingin meingkatkan citra kuliner Gantala Jarang dikancah Internasional, maka perlu strategi Gastrodiplomasi baik melalui Diplomasi oleh Pemerintah daerah ataupun Diaspora.

Oleh karena itu, sebelum melakukan praktik Gastrodiplomasi, pemerintah daerah terlebih dahulu perlu melakukan kerjasama internasional melalui praktik Paradiplomasi agar makanan Khas GanJa ini dapat dikenal dan dikonsumsi dikancah Internasional. Sebab, sudah banyak masyarakat Jeneponto yang telah bersekolah dan bekerja diluar negeri seperti di Jepang, Malaysia, Singapura, Australia, Arab Saudi, dan masih banyak lainnya.

Jadi harapannya, para Diaspora yang berasal dari Jeneponto ini dapat menjadi aktor Gastrodiplomasi untuk memperkenalkan Gantala Jarang kepada dunia internasional. Apabila hal ini dapat dilakukan, maka Kabupaten Jeneponto dapat menjadi daerah Go Internasional atau Jeneponto Kabupaten Dunia. Selain itu, hal ini akan membuka keran ekspor Daging Kuda ke luar negeri, dan ini akan menguntungkan bagi para peternak Kuda, serta meningkatkan kesejahteraan peternak Kuda.

Optimisme menjadikan Jeneponto Kabupaten Dunia dapat dilakukan, apabila Jeneponto memiliki Pemerintah daerah yang visioner dalam hal melihat peluang dan tantangan kerjasama Internasional. Selain itu, pentingnya kolaborasi multisektor antara pemerintah daerah, Akademisi, Pemuda, Pengusaha, dan stackholder lainnya untuk mendorong kemajuan daerah Jeneponto.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *