Kolom
Kerjasama Paradiplomasi: Strategi Percepatan Pembangunan Daerah Jeneponto
Oleh: Muh. Zulhamdi Suhafid (Presidium Nasional FKMHII Korwil V Masa Khidmat 2023-2024)
Paradiplomasi adalah konsep yang merujuk pada praktik hubungan internasional yang dilakukan oleh pemerintah daerah, seperti provinsi, kota, atau kabupaten dengan aktor-aktor internasional, baik itu pemerintah daerah asing, organisasi internasional, ataupun perusahaan multinasional. Paradiplomasi memungkinkan daerah untuk menjalankan fungsi diplomatik yang biasanya menjadi kewenangan pemerintah pusat, terutama dalam konteks kerjasama ekonomi, budaya, Pendidikan, dan lingkungan, tanpa melanggar otoritas nasional.
Paradiplomasi atau Paralel diplomasi yang dijalankan oleh pemerintah daerah dengan aktor-aktor internasional, kini menjadi salah satu strategi yang semakin relevan dalam mempercepat pembangunan di daerah-daerah di Indonesia. Di era globalisasi ini, pemerintah daerah memiliki peluang besar untuk menjalin hubungan internasional secara langsung, tanpa harus selalu bergantung pada pemerintah pusat. Daerah Jeneponto, yang dikenal sebagai sentra pertanian, peternakan, dapat memanfaatkan paradiplomasi sebagai alat untuk memajukan sektor-sektor tersebut, serta memperkuat daya saing di kancah nasional dan internasional.
Sebagai daerah yang memiliki potensi besar di bidang energi terbarukan—khususnya energi angin dan matahari—Jeneponto dapat meningkatkan kerjasama dengan pihak internasional, baik itu pemerintah daerah lain di luar negeri, organisasi internasional, atau investor swasta. Melalui paradiplomasi, Jeneponto bisa menarik teknologi, investasi, dan keahlian dari negara-negara yang lebih maju di sektor energi bersih, seperti Denmark, Belanda, atau Jerman. Kerjasama semacam ini telah ada yakni PLTB Tolo yang dapat mendorong pembangunan infrastruktur energi terbarukan yang lebih efisien dan berkelanjutan di Jeneponto, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
Selain itu, sektor pertanian dan peternakan, yang menjadi tulang punggung ekonomi Jeneponto, dapat ditingkatkan melalui kerjasama internasional yang berbasis pada transfer teknologi dan inovasi. Negara-negara seperti Australia, yang memiliki teknologi pertanian dan peternakan yang maju, bisa menjadi mitra strategis untuk memodernisasi sistem pertanian di Jeneponto. Teknologi irigasi, teknik budidaya yang lebih efisien, serta inovasi dalam pengelolaan peternakan dapat diperoleh melalui program kerjasama yang difasilitasi oleh paradiplomasi. Dengan demikian, produktivitas sektor pertanian dan peternakan di Jeneponto dapat meningkat, sehingga mampu bersaing di pasar global.
Paradiplomasi juga membuka peluang bagi Jeneponto untuk mengembangkan pariwisata berbasis alam dan budaya. Dengan mempromosikan kekayaan alam dan warisan budaya lokal ke dunia internasional, Jeneponto dapat menarik lebih banyak wisatawan asing, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Kerjasama dengan kota-kota atau provinsi di luar negeri yang memiliki fokus pada pariwisata alam dan budaya, seperti Bali dengan Ubud-nya atau kota-kota di Eropa yang mengembangkan pariwisata ramah lingkungan, bisa memberikan inspirasi dan dukungan bagi Jeneponto dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Namun, agar paradiplomasi dapat berjalan efektif, diperlukan pemimpin daerah yang visioner dan mampu melihat potensi besar dari hubungan internasional. Pemimpin Jeneponto harus proaktif dalam menjalin kerjasama dengan pihak asing, baik melalui kunjungan kerja, forum internasional, maupun pertemuan bilateral yang difasilitasi oleh pemerintah pusat atau lembaga internasional. Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga harus memastikan bahwa kerjasama internasional ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal, baik melalui peningkatan lapangan kerja, transfer teknologi, maupun pembangunan infrastruktur.
Pemerintah Jeneponto perlu membangun infrastruktur kelembagaan yang mendukung aktivitas paradiplomasi, seperti mendirikan unit khusus yang mengelola hubungan internasional, atau bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional untuk memfasilitasi kerjasama yang saling menguntungkan. Selain itu, melibatkan masyarakat lokal dan pelaku usaha daerah dalam proses paradiplomasi sangat penting, agar kerjasama yang terjalin benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.
Di sisi lain, paradiplomasi juga dapat mendorong Jeneponto untuk menjadi model pembangunan hijau di Indonesia. Dengan menjalin kerjasama internasional di bidang keberlanjutan, Jeneponto bisa mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan sumber daya alam, energi bersih, dan pelestarian lingkungan. Ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek bagi ekonomi daerah, tetapi juga memastikan bahwa pembangunan di Jeneponto dilakukan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dengan potensi besar yang dimilikinya, Jeneponto harus memanfaatkan momentum Pilkada 2024 untuk memilih pemimpin yang memiliki visi kuat dalam mengembangkan paradiplomasi. Pemimpin yang paham akan pentingnya hubungan internasional dan mampu membangun jaringan global akan menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah. Paradiplomasi bukan lagi sebuah pilihan, tetapi menjadi keharusan bagi daerah-daerah seperti Jeneponto yang ingin maju dan berkembang dalam era globalisasi ini.
Dengan ini, langkah-langkah strategis dalam menjalankan paradiplomasi, Jeneponto dapat bergerak lebih cepat menuju pembangunan yang inklusif, berdaya saing global, dan berkelanjutan. Paradiplomasi adalah jembatan yang menghubungkan daerah dengan dunia luar, membuka peluang baru untuk inovasi, investasi, dan kemajuan. Kini saatnya bagi Jeneponto untuk melangkah lebih jauh, menjalin kerjasama internasional yang strategis, dan mengukir prestasi sebagai daerah yang mampu bersaing di tingkat global.

