Setelah Coronavirus muncul Hantavirus

WARNASULSEL.com – Saat ini dunia kembali dihebohkan dengan munculnya berita tentang #hantavirus. Dikutip dari laman Global Times, seorang pria berasal dari provinsi Yunnan dilaporkan meninggal dunia setelah didiagnosis positif hantavirus pada Selasa (24/3/2020).

Setelah itu, ada 32 orang yang satu bus dengannya dicek kesehatannya.

Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) atau yang dikenal hantavirus sebenarnya bukanlah hal baru. Penyakit ini pernah mewabah pada 1993 di negara Amerika Serikat.

Sedangkan di Indonesia Hantavirus pertamakali dilaporkan pada tahun 2002, dengan 11 kasus yang mulanya dikira Demam Berdarah Dengue (DBD).

Baca: Hindari hoaks, Covid-19 bukan bocoran lab

Apa itu Hantavirus?

Hantavirus

Menurut Wikipedia, Orthohantavirus atau Virus Hanta adalah virus RNA beruntai-tunggal, terselubung negatif, dalam keluarga Hantaviridae dari ordo Bunyavirales. Virus ini biasanya menginfeksi tikus, tetapi tidak menyebabkan penyakit di dalamnya. Manusia dapat terinfeksi hantavirus melalui kontak dengan urin tikus, air liur, atau kotoran.

Hantavirus or an orthohantavirus is a single-stranded, enveloped, negative-sense RNA virus in the family Hantaviridae of the order Bunyavirales. These viruses normally infect rodents, but do not cause disease in them. Humans may become infected with hantaviruses through contact with rodent urine, saliva, or feces.

Infeksi Hantavirus: Penyakit Virus Karena Tikus

Infeksi hantavirus adalah penyakit virus yang ditularkan dari hewan pengerat (seperti tikus) kepada manusia. Dapat menyebabkan infeksi paru-paru dan penyakit ginjal yang berat.

Penyebab penyakit Hantavirus

Hantavirus

Hantavirus merupakan virus yang mempunyai hubungan jauh dengan kelompok Kalifornia dari virus ensefalitis. Sebagaimana dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus termasuk penyakit zoonosis, yakni ditularkan dari hewan ke manusia.

Hewan utama yang menjadi media penyebarannya adalah tikus.

Gejala penyakit Hantavirus

Gelaja Hantavirus

Dikutip dari jurnal Iowa State University, gejala hantavirus dimulai dua sampai empat minggu setelah pasien terinfeksi. Gejalanya mirip flu. Saat pertamakali terpapar virus ini, pasien akan mengalami demam hingga 38 derajat celsius, lalu menggigil, sakit kepala, batuk dan nyeri sendi.

Sebagian juga melaporkan bahwa mereka mengalami mual, muntah, dan diare. Parahnya karena virus ini juga menyerang ginjal. Akan tetapi, virus ini tidak akan menyebar dari manusia ke manusia. Namun, bukan berarti menganggap virus ini sepele. Menjadi hati hati sambil tetap menjaga kebersihan dapat membantu terhindar dari virus ini.

Pencegahan penyakit Hantavirus

Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, ada baiknya kita menyadari gejala lebih awal seperti yang disarankan berikut ini.

  • Saat membersihkan rumah, terutama bagi rumah yang jarang dihuni atau membersihkan bagian langit-langit rumah, buka semua pintu dan jendela setidaknya 30 menit sebelum bersih-bersih dimulai.
  • Lalu bersihkan daerah kotor dengan lap basah yang telah direndam dengan disinfektan. Hindari metode dry cleaning seperti menyapu atau menyedot debu ketika membersihkan.
  • Biasakan juga untuk menutup makanan dengan tudung saji, serta membuang sampah dalam wadah tertutup. Sebab mencegah itu jauh lebih baik dari mengobati.
  • Cuci piring dan gelas langsung setelah digunakan. Biasakan tidak meninggalkan cucian piring hingga larut malam lalu mencuci keesokan harinya.

 

No Responses

Leave a Reply