general
RINTIHAN & KELUHAN MASYARAKAT PETANI JENEPONTO DALAM OPTIMALISASI POMPANISASI PAT SERTA PASCA PANEN
Oleh : Imran Satria (Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa POLBANGTAN Gowa Periode 2024-2025)
Program Pompanisasi ini merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pertanian di tahun 2024, di mana Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui program ini.
Maka dari itu mahasiswa Polbangtan Gowa digerakkan untuk mengawasi dan turut andil dalam program Pompanisasi & Perluasan Areal Tanam (PAT) di kabupaten Jeneponto,yang disebar 11 kecamatan terkhusus kecamatan Bontoramba, mahasiswa Imran Satria dan beberapa rekan lainnya diberikan amanah oleh civitas akademik Polbangtan Gowa dan kepala dinas pertanian kabupaten Jeneponto Achmad, S. Tunru, untuk membantu keberhasilan program prioritas kementerian pertanian dalam pengawalan pompanisasi tersebut.
Luas Tanam (Ha) 33715 , Luas Panen 33826, Produksi(ton) 178800, dan Rata-Rata Produktivitas (ton/Ha) 5,29 Padi sawah dan harga beras 8,600/kg.
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, 2022
Kemudian program dari kementerian pertanian tersebut maka perlunya pemerintah dan dinas terkait untuk melakukan langkah-langkah yang kongkret dan memperhatikan kondisi kecamatan atau desa yang tadah hujan dan air sungai sama sekali untuk membantu agar memberikan solusi seperti pengadaan sumur bor untuk keberhasilan program pompanisasi itu sendiri.
Lalu warga Kecamatan Bontoramba yang mayoritas berprofesi sebagai petani, mengeluhkan tentang Keperluan untuk peningkatan pendapatan petani ,Terlebih lagi masalah petani bukan hanya pupuk, bibit maupun sarana prasarana seperti traktor hingga pompanisasi. Tapi juga harga jual yang anjlok saat panen raya.
Sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 4 Tahun 2024 tentang pertimbangan untuk melindungi pendapatan petani, Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga gabah dan beras harus mempertimbangkan struktur biaya produksi dan distribusi pada saat ini.
Pemerintah diharapkan mengambil tindakan untuk merespons harga panen gabah yang anjlok dengan mengambil tindakan yang efektif untuk melindungi petani, menjaga stabilitas harga pangan, dan mempertahankan keberlanjutan sektor pertanian, sehingga dapat menjamin kesejahteraan para petani.

