Connect with us

GEMA

Plt Ketua TP PKK Sulsel Buka Kegiatan Menumbuhkan Kecerdasan Literasi Keluarga dan Anak Usia Dini Melalui Koper Kasih Sayang di Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak DPK Sulsel

Published

on

Spread the love

Dalam rangka menumbuhkan budaya dan kegemaran membaca di kalangan keluarga dan anak usia dini, Tim Penggerak PKK dan Pokja Bunda PAUD Sulsel bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Menumbuhkan Kecerdasan Literasi Keluarga dan Anak Usia Dini Melalui Koper Kasih Sayang di Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak DPK Sulsel, Jumat (5/11/2021).

Kegiatan ini dibuka dan dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Naoemi Octarina. Pada kesempatan itu Naoemi di dampingi Ketua Pokja Bunda PAUD Sulsel Ainun Jariyah bersama sejumlah pengurus Pokja Bunda PAUD Sulsel.

Juga hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel Moh. Hasan Sijaya di dampingi Kepala UPT Layanan Perpustakaan DPK Sulsel Abd. Hadi dan Kepala Seksi Layanan Perpustakaan Umum dan Multimedia DPK Sulsel Hj. Feby Primajanti serta sejumlah pejabat fungsional Pustakawan DPK Sulsel.

Menjawab pertanyaan sejumlah awak media usai membuka acara tersebut, Plt. Ketua TP PKK Sulsel Naoemi, menjelaskan kegiatan Koper Kasih Sayang ini rutin akan dilaksanakan di empat titik. Tujuannya, untuk menumbuhkan literasi baca, agar bagaimana anak-anak itu suka dan gemar membaca, demi perkembangan otak mereka.

Dalam kegiatan ini mereka juga di edukasi untuk melakukan cara sikat gigi yang benar. Menurut istri Plt. Gubernur Sulsel ini, hal itu perlu buat anak-anak, supaya mereka terbiasa menjaga kesehatan giginya.

“Kita juga melaksanakan kegiatan menanam. Menanam tamanam bermanfaat, termasuk tanaman obat-obatan. Jadi anak-anak itu kita biasakan sejak dini mengenal lingkungan di sekitarnya, apa-apa yang bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Dalam kegiatan yang bertajuk Kreativitas Tampa Batas ini, juga dilibatkan anak-anak down sindrom. Supaya anak-anak down sindrom ini juga merasa dipedulikan, diberikan ruang untuk melakukan kreativitas-kreativitas yang bermanfaat. Melalui kegiatan ini orang tua juga memantau perkembangan motorik anak-anak mereka.

Sementara itu, Ketua Pokja Bunda PAUD Sulsel Ainun Jariyah menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menguatkan pondasi anak-anak sejak dini, baik dalam bidang pendidikan, keterampilan, kepekaan terhadap lingkungan, bidang moral dan keagamaan. Karena di sinilah awal mereka dibentuk untuk menjadi manusia-manuasia yang berkualitas.

Kegiatan ini juga melibatkan anak-anak down sindrom, anak-anak berkebutuhan khusus serta anak-anak dari keluarga prasejahtera. Mereka ini, menurut Ainun, juga butuh sentuhan, butuh perhatian. Bahkan mereka juga diperkenalkan dan diajak untuk memanfaatkan fasilitas yang di Layanan Perpuatakaan Ibu dan Anak DPK Sulsel.

Ainun juga menegaskan bahwa Pokja Bunda PAUD akan terus bersinergi dengan DPK Sulsel untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan ibu-ibu dan anak-anak di Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, dalam upaya mendorong peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan mereka.

Kepala DPK Sulsel Hasan Sijaya memberi apresiasi yang sangat besar kepada Ibu Gubernur bersama Bunda PAUD atas kerjasamanya di dalam mengembangkan literasi, khususnya pada anak-anak usia dini.

“Mudah-mudahan gerakan ini terus ditumbuhkembangkan, Kerjasama DPK Sulsel bersama Bunda PAUD dan stakeholder lainnya, ini tidak akan putus, dengan satu niat mencerdaskan anak bangsa dari desa melalui anak usia dini,” harapnya.

Pada kesempatan itu Kadis Hasan Sijaya juga menyempatkan diri untuk ‘bercengkrama’ dengan anak-anak down sindrom, bercanda, bergembira dan berfoto bersama dengan mereka. * (naz)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *