Warnasulsel.com

Inilah Dampak Penggunaan Kadar RON yang Berbeda pada Kendaraan

Warnasulsel.com
Tampak Petugas SPBU Sesaat Mengisi BBM. | Foto: Tirto.id

Warnasulsel.com – Penting sekali mengetahui efek dari peningkatan jumlah RON pada BBM.

RON kepanjangan dariĀ research octane numberĀ atau biasa dikenal dengan oktan.

Semakin tinggi angka RON atau oktan, maka kinerja mesin akan menjadi lebih baik. Dan tentunnya polusi atau hasil buangan dari kendaraan akan menjadi semakin sedikit.

Jadi boleh dibilang semakin tinggi angka RON maka semakin baik kinerja pada mesin kendaraan.

Contohnya jika kandungan Heptana 10% dan Iso-Oktana 90%, maka RON yang dihasilkan adalah 90.

Menurut Wikipedia sebagaimana yang dikutip oleh Carmudi Indonesia, Heptana merupakan senyawa Hidrokarbon yang terdapat pada bensin. Sedangkan Iso-oktana/petana merupakan kandungan senyawa dari bensin yang mudah terbakar.

Tetapi, sebelum menggunakan BBM dengan nilai RON yang tinggi, sebaiknya pelajari terlebih dahulu spesifikasi mesin (kompresi) yang ada pada kendaraan.

RON 88 cocok untuk motor berkompresi 7-9:1, RON 90 untuk kompresi 9-10:1, RON 92 untuk 10-11:1, sedangkan RON 98 untuk kompresi 11-12:1.

Jenis kendaraan dengan kompresi 9:1 dan selebihnya tampak pada beberapa jenis kendaraan keluaran terbaru di Indonesia.

Selain urusan menyesuaikan kompresi kendaraan dengan jumlah oktan pada bahan bakar, rupanya berita terkait kelangkaan salah satu jenis bbm menyerang beberapa SPBU. Hal ini pun sudah menjadi perhatian publik beberapa waktu belakangan.

Di Sulawesi Selatan, tampak beberapa SPBU sudah kehilangan dispenser Premiumnya.

Hal ini pun perlahan lahan membuat masyarakat ikut beralih konsumsi BBM ke jenis bahan bakar dengan nilai oktan 90 yang kini dijual dengan harga Rp 8.000 per liternya.

Memilih bahan bakar yang sesuai dengan mesin pun perlahan mulai dirasakan manfaatnya. Masyarakat mulai sadar jika pemakaian BBM pada kendaraan akan memengaruhi usia kendaraan.

Bahan bakar dengan RON di bawah 90 akan membuat ruang bakar menjadi lebih kotor. Hal ini disebabkan karena bahan bakar tidak terbakar secara sempurna.

Yanu Suprapto, Kepala Bengkel AHASS dealer motor Honda Pulo Gebang sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia mengatakan bahwa sebetulnya mesin sepeda motor bakal lebih baik jika mengonsumsi RON 90.

“Itu lantaran Pertalite memiliki kadar oktan lebih tinggi dari Premium, dan juga lebih rendah ketimbang Pertamax,” imbuhnya.

Jika dilihat dari nilai oktan, dari beberapa jenis BBM, RON 90 memiliki kualitas yang hampir sama dengan RON 92.

Dan jika kita cermati lebih jauh lagi, saat ini sudah banyak motor injeksi yang beredar. Jenis motor produksi terbaru ini disarankan untuk memakai bensin tanpa timbal.

Bensin tanpa timbal hanya dimiliki oleh BBM beroktan 90 dan di atasnya. (Adv)

Editor

Portal media kiwari yang menyajikan berita lebih mendalam

View all posts by Editor →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *