Connect with us

Daerah

Kemen PPPA Ajak Penggiat Medsos Bahas Isu Gender di Makassar

Published

on

Spread the love

Warnasulsel.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan Pelatihan tentang Isu Perempuan dan Anak Bagi SDM Media Sosial di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang terlaksana berkat kerjasama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sulsel dan Masyarakat Peduli Media ini ditempatkan di Hotel Santika Makassar, selama dua hari, Rabu-Kamis (12-13/9/2018).

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini yakni beberapa perwakilan Dinas PPPA Sulsel, Admin, Bogger Makassar, Content Creator, dan beberapa anggota Kompasianer Makassar serta penggiat seni yang berasal dari Kabupaten Jeneponto.

Warnasulsel.com

Foto bersama para peserta, pelatih dan panitia

Fatahillah, yang berasal dari Kementerian Pemeberdayaan Perempuan dan Anak RI menjelaskan tujuan kegiatan dilaksanakan.

“Tujuannya dalam upaya untuk memberikan pemahaman terkait isu perempuan dan anak,” ujar Fatahillah.

Ia berharap melalui kegiatan ini bisa menyuarakan isu perempuan dan anak.

“Kami menggandeng teman teman pegiat medsos, blogger dan content creator agar bisa menyuarakan isu keperempuanan,” harapnya.

Selain itu, hadir Budhi Hermanto yang berasal dari Lembaga Masyarakat Peduli Media. Budhi, sapaan akrabnya dalam beberapa sesi mengatakan bahwa masih banyak media online yang hanya mengejar klik semata.

“Kenapa media? Karena media memberikan bola salju yang semakin membesar dan membentuk opini publik,” ujar Budhi.

Peserta Pelatihan Isu Perempuan dan Anak Bagi SDM Media Sosial

Dengan 130 juta pengguna media sosial di Indonesia, sangat penting menyebarkan isu perlindungan anak.

Di Provinsi Sulsel masih banyak perkawinan usia anak.

Inilah alasan kegiatan ini dilakukan di Makassar.

Selain itu, Drs. Askari MSi, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sulsel, hadir sebagai narasumber yang membawakan materi Konsep Gender dan Pengarusutamaan Gender (PUG).

Ia mengatakan bahwa Sulawesi Selatan masuk dalam daftar angka pernikahan dini ke 4 terbesar di Indonesia.

“Alasannya karena pemilik kebijakan belum responsif gender,” imbuh Askari yang banyak memberikan contoh perbedaan antara perbedaan jenis kelamin (seks) dan gender.

Acara diakhiri dengan foto bersama antara peserta dan narasumber.

Di hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan pembuatan konten yang dipandu oleh Budhi Hermanto.

Semua peserta dibagi ke dalam lima grup. Dan masing masing kelompok memproduksi konten kreatifnya dalam bentuk video pendek.

Ide utama yang dibangun dalam video itu yakni kepedulian terhadap perempuan, anak dan terkait konsep gender yang dikenalkan ke khalayak melalui media sosial.

Para peserta juga diajak meramaikan akun twitternya dengan cuitan terkait isu perempuan.

Tagar yang dibawa adalah #perempuanhebat dan sempat menjadi trending topik ke 6 di Twitter Indonesia.

Di akhir acara, masing masing dari kelompok peserta mendapat hadiah dari panitia. Penilaian didasarkan untuk komentar dan like serta caption terbaik pada cuitan di twitter.

Budhi Hermanto memberikan hadiah kepada para peserta

Selain itu penilaian terhadap video pendek diberikan kepada semuanya kelompok karena masing masing kelompok menampilkan hal berbeda.

Ada yang mendapatkan kriteria video kreatif, aktor terbaik, editan video keren, dan ide yang unik.

Kegiatan diakhiri dengan perkenalan ulang nama peserta yang dibalut dengan permainan lempar bola kertas.

Masing masing dari peserta melempar bola kepada peserta lain, lalu menyebut namanya sekaligus memberikan kalimat motivasi.

Banyak tawa yang hadir. Kesan kekeluargaan tak terlepas di acara tersebut. [MgP]

Editor media warnasulsel.com - Portal media kiwari yang menyajikan berita lebih hangat berfokus berita pendidikan, sastra, buku dan literasi di sulawesi selatan

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *