GEMA
DPK Sulsel Gelar Bimtek Literasi Informasi Dorong Peningkatan SDM Masyarakat Sulsel yang Maju dan Berkarakter
WARNASULSEL.com – Makassar, 28-29 Mei 2025 — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bertajuk “Meningkatkan Kecakapan Literasi Informasi untuk Percepatan Pembangunan SDM Masyarakat Sulawesi Selatan yang Maju dan Berkarakter”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu, 27–28 Mei 2025, di Ballroom Andalan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.
Gubernur diwakili oleh asisten bidang ekonomi dan pembangunan yang membuka kegiatan ini menyampaikan terima kasih atas kegiatan ini.
“Saya memberikan apresiasi untuk dinas perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Bahkan kita berharap informasi bisa terjalin dengan baik. Demikian bagaimana membudayakan literasi informasi. Ini penting agar kebiasaan literasi membaca menjadi rutinitas,” ujar dr. Muhammad Ichsan Mustari, M.HM, asisten bidang ekonomi dan pembangunan.
Bimtek ini diikuti oleh dua angkatan dengan total 380 peserta yang terdiri dari pegiat literasi, pengelola perpustakaan, guru, mahasiswa, serta masyarakat umum dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Antusiasme peserta mencerminkan tingginya semangat masyarakat dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi di era digital saat ini.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, S.Psi., M.Si., M.Psi., Psikolog. menyampaikan bahwa literasi penting dimajukan di Provinsi Sulawesi Selatan.
“Melalui kegiatan ini, Sulawesi Selatan ini akan maju dengan literasi. Kita ingin mewujudkan Sulawesi Selatan dengan visi literasi yang maju, Insya Allah Literasi Kuat, Sulawesi Selatan Hebat,” pungkasnya.
Materi dalam bimtek ini mencakup pemahaman dasar literasi informasi, strategi pencarian informasi yang akurat, penggunaan sumber informasi terpercaya, hingga praktik pengelolaan informasi berbasis teknologi. Narasumber berasal dari kalangan akademisi, praktisi perpustakaan, dan pakar literasi digital.
Angkatan pertama diisi oleh beberapa narasumber di antaranya Bachtiar Adnan Kusuma dengan materi Literasi Dari Rumah Kita : strategi membangun ekosistem literasi dari keluarga lalu Eddy Thamrin dengan materinya Era disrupsi, post truth, dan tantangan literasi informasi selanjutnya ada Siti Aliah, S.Sos, MM dengan materi Apenguatan Literasi Masyarakat Melalui Program TPBIS. Terakhir ada pemateri, Dr. Asniar Khumas, M.Psi. dengan materi Fun Learning for Kids: Mengembangkan Karakter dan Kreativitas di Era Digital.
Angkatan kedua, diisi oleh Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, M.Si, dengan materi Kecakapan Literasi Pustakawan, Guru dan Pegiat Literasi dalam Meningkatkan Layanan Informasi pada masyarakat.
Selain itu, materi strategi meningkatkan kecakapan literasi informasi di era post truth diisi oleh A. Winarmo Eka Putra, S.STP, M.H.
Lalu Drs H. Muh Saleh, M.Si membawakan materi Literasi sebagai pilar pemberdayaan masyarakat Desa: Sinergi program membangun desa cerdas melalui perpustakaan dan TBM.
Selanjutnya materi yang dibawakan oleh Dr. H. Muliono Caco, dengan materi strategi meningkatkan kecakapan literasi informasi siswa melalui penguatan peran perpustakaan sekolah.
Lalu dari Dr. Ir. Syarifuddin Mabe Parenreng, S.T, M.T dengan materi Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Perpustakaan dalam Penguatan Literasi dan pemberdayaan masyarakat melalui KKN Tematik Literasi.
Lalu dari Pokja II TP PKK Sulsel oleh Dra. A. Isma, M.Hum, PhD. Dengan materi Posyandu Era Baru, Sinergi dan Kolaborasi sebagai pilar gerakan literasi informasi berbasis aksi berkelanjutan.
Lalu terakhir materi membangun keberlanjutan perpustakaan desa/kelurahan, perpustakaan sekolah dan perpustakaan komunitas melalui kegiatan literasi yang menarik dan inklusif oleh H. Darmawan Denassa, S.S.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung visi Sulawesi Selatan sebagai provinsi yang unggul dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya melalui penguatan literasi di berbagai lapisan masyarakat.
Dalam sambutan penutupnya, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Psi., Psikolog memberikan apresiasi dan rasa bangganya kepada panitia dan peserta.
“Baru baru perwakilan dari Kominfo mendatangi saya mereka ingin kerjasama dengan pemerintah provinsi Sulawesi selatan dalam rangka pengembangan Digital Literacy Academy,” katanya “Pemprov sendiri untuk mengawal literasi di semua unit dan semua sekolah. Akan dibuatkan aturan di setiap hari Senin harus berbahasa Inggris. Dan hari Rabu bahasa lokal. Serta hari Jumat berbahasa Arab,” ujarnya.
Ia menambahkan “Kita harus mengembangkan 4C. Pertama Critical thinking, kedua Creativity, ketiga Communication dan keempat Collaboration. Kemampuan kita menjadi kolaborasi yang kuat. Dia akan semakin hebat kalau dia berkolaborasi dengan orang lain,” ujar Prof Dr. Muhammad Jufri dalam penutupnya.(*)



