Connect with us

Advertorial

MILIGO: Mie Lidi Khas Gowa yang Kian Populer di Pasaran

Published

on

Spread the love

WARNASULSEL.com-Gowa, Sulawesi Selatan – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gowa semakin berkembang dengan hadirnya Miligo, mie lidi khas yang menawarkan cita rasa unik dan autentik.

Nama Miligo sendiri merupakan singkatan dari Mie Lidi Gowa, tetapi dalam bahasa Italia berarti “satu per seribu,” menegaskan bahwa meskipun banyak produk mie lidi di pasaran, hanya ada satu Miligo yang berbeda dari lainnya.

Menurut Hasrullah, owner Miligo, nama ini juga terinspirasi dari kebiasaan anak-anak menyebut mie lidi sebagai Mi Lidi Gocok karena cara menikmatinya yang dikocok dalam kemasan. “Anak-anak di rumah sering menyebutnya Miligo, jadi kami pakai nama itu,” ujarnya.

Permintaan Tinggi dan Perluasan Pasar

Dalam waktu tiga bulan sejak peluncurannya, Miligo telah berhasil masuk ke berbagai toko di Kabupaten Gowa, khususnya di Kecamatan Somba Opu dan Pallangga. Saat ini, setidaknya ada tujuh toko yang telah menjual Miligo, termasuk Toko Yuni, Toko Nasrullah Grosir, dan Toko Triple M di daerah Sungguminasa. Selain itu, produk ini juga mulai merambah ke wilayah Limbung, Barombong, dan Pallangga dengan lebih banyak toko yang akan bergabung dalam waktu dekat.

“Saat ini, ada banyak persaingan, tetapi kami bersyukur karena Miligo semakin dikenal. Bahkan ada anak-anak yang tetap memilih Miligo meskipun ada produk sejenis lainnya,” kata Hasrullah.

Produksi dan Sistem Distribusi

Proses produksi Miligo dilakukan di Kabupaten Gowa, dengan sistem distribusi melalui toko grosir maupun platform online. Untuk pembelian dalam jumlah besar, Miligo juga menawarkan sistem kredit dengan syarat minimal dua kali pembelian secara tunai terlebih dahulu.

“Toko grosir bisa mengambil minimal 10 lusin per pemesanan, dengan setiap lusin berisi 12 bungkus mie lidi dengan berbagai rasa,” jelas Hasrullah.

Varian Rasa Unik, Termasuk Konro Bakar

Saat ini, Miligo menghadirkan delapan varian rasa yang menggugah selera, yaitu:

  1. Ayam Bawang
  2. Sapi Panggang
  3. Barbeque
  4. Balado
  5. Jagung Manis
  6. Pedas Original
  7. Jeruk Nipis Pedas
  8. Konro Bakar (Signature Flavor)

Rasa Konro Bakar menjadi keunikan tersendiri karena belum ada produk mie lidi lain yang menawarkan rasa khas Sulawesi ini. “Di pasaran, kebanyakan rasa berasal dari Jawa atau Sumatera, seperti rendang atau sambal matah. Kami ingin menghadirkan rasa khas Gowa,” tambahnya.

Harapan untuk Masyarakat dan Pemerintah

Hasrullah berharap Miligo bisa tersedia di lebih banyak toko di Gowa, terutama toko grosir, agar masyarakat lebih mudah mendapatkannya. “Kami ingin produk lokal ini semakin dikenal dan diapresiasi sebagai bagian dari kebanggaan Gowa,” katanya.

Selain itu, ia juga berharap dukungan dari pemerintah, khususnya Dinas Koperasi dan UMKM, agar para pelaku usaha kecil di Gowa tidak dipersulit dalam mengembangkan bisnisnya. “Semoga regulasi dan proses administrasi dipermudah agar UMKM di Gowa bisa terus berkembang,” harapnya.

Saat ini, Miligo sudah memiliki label halal dan informasi nilai gizi pada kemasannya, memastikan keamanan dan kualitas produk bagi konsumen. Dengan semakin luasnya jangkauan dan varian rasa yang unik, Miligo siap menjadi produk unggulan dari Kabupaten Gowa yang dikenal secara nasional.