Taman Baca dan Perpustakaan Lestari Makassar Tetap Eksis Laksanakan Kegiatan Edukasi dan Peningkatan Gerakan Literasi Anak

Taman Baca dan Perpustakaan Lestari yang berlokasi di Jalan Soppeng VI, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, adalah salah satu dari 10 Taman Baca dan Perpustakaan Ramah Anak Binaan PKK Provinsi Sulawesi Selatan yang dibangun dengan menggunakan dana CSR dari PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

Sejak diresmikan pemanfaatannya oleh Gubernur Sulsel Prof H.M. Nurdin Abdullah, 12 Maret 2020 lalu, Taman Baca dan Perpustakaan yang pengelolaannya juga dibina langsung oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan ini, masih terus eksis melakukan berbagai kegiatan edukasi dan gerakan literasi dalam rangka mencerdaskan masyarakat khususnya bagi anak-anak di Kelurahan Laikang.


Situasi pandemi covid-19, tidaklah mengurangi semangat dan antusias anak-anak di sekitar lokasi perpustakaan ini untuk belajar dan membaca buku. Karena itu pengelola perpustakaan yang dipimpin Sulaiman, tetap membuka pelayanan perpustakaan dan taman baca ini berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, setiap hari Senin, Rabu dan Jumat, dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Setidaknya hal itu terlihat ketika Tim dari Seksi Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel yang dipimpin Kepala Seksi Pembinaan Perpustakaan Nilma, S.Sos, M.M bersama Koordinator Pustakawan Sulsel Syamsul Arif, S.Sos, M.A dan PIC Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial DPK Sulsel Nazaruddin, S.Ag. M.Sos.I beserta dua orang staf Dilan dan Riska melakukan monitoring dan pemantauan kegiatan, sekaligus menyerahkan Banner Bunda Baca Sulsel ke pengelola Perpustakaan Lestari, Senin (11/1/2021).

Ketika tim dari Seksi Pembinaan Perpustakaan DPK Sulsel tiba di lokasi perpustakaan siang itu, sudah nampak puluhan anak-anak di sekitar lokasi perpustakaan menunggu datangnya pengelola perpustakaan. Tak lama kemudian, ibu Sukmawati M pengelola perpustakaan yang bertugas melayani dan membimbing anak-anak pada hari itu datang dan membuka pintu pagar perpustakaan.


Anak-anak inipun satu persatu masuk ke perpustakaan, mereka terlebih dahulu diarahkan untuk mencuci tangan dengan menggunakan hand sanitizer yang telah disiapkan pengelola. Kemudian Sukmawati membagikan masker kepada anak-anak. Barulah setelah itu masing-masing anak mencari buku di rak, sesuai dengan keinginannya. Aktifitas membaca pun dimulai, di bawah bimbingan pengelola perpustakaan. Sekali-sekali pengelola perpustakaan ini juga mengajak anak-anak bernyanyi bersama, untuk menyemarakkan suasana.

“Saya tidak sendiri dalam melakukan pembinaan di sini, ada beberapa teman yang juga aktif membina anak-anak di perpustakaan ini, termasuk ketika ada mahasiswa dari UNM yang melakukan KKN di lokasi ini, mereka membimbing anak-anak di perpustakaan ini untuk belajar Bahasa Inggris,” ujar Sukmawati.

Informasi yang diperoleh Nilma dari Lurah Laikan, Siti Fatimah, S.E, selain digunakan sebagai tempat berkegiatan bagi anak, perpustakaan dan taman baca ini juga kerap dimanfaatkan oleh ibu-ibu dan warga setempat untuk melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk kegiatan arisan kelurahan. Menurut Nilma, ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. (naz)

Leave a Reply