warnasulsel.com

Mulai hari ini, bagasi berbayar diberlakukan

WARNASULSEL.com Selasa (22/01) maskapai Lion Air secara resmi memberlakukan bagasi berbayar. Ini berarti, penumpang yang membawa barang bawaan melebihi 7 kilogram yang diberikan gratis lewat bagasi kabin sudah harus membayar lebih.

Sejumlah penumpang pesawat Lion Air di Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan langkah penyesuaian bawaan bagasi seiring dengan diberlakukannya bagasi berbayar pada maskapai penerbangan berbiaya murah tersebut mulai hari ini.

Dardiyansyah, 55 tahun, calon penumpang Lion Air tujuan Jakarta-Banjarmasin mengaku telah melakukan sejumlah langkah penghematan untuk menghindari biaya bagasi.

“Mengurangi barang bawaan, sebisa cukup untuk di kabin pesawat,” ujarnya, saat ditemui di Terminal IA Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (22/01).

Namun pada hari pertama pemberlakuan bagasi berbayar hari ini, pedagang yang tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini mengaku tetap harus membawa barang bawaan cukup banyak. Sebab, ia, istri dan dua anaknya selesai berlibur lima hari di Jakarta.

Adapun barang bawaan yang mereka bawa sebanyak 70 kilogram lebih, yang terdiri atas 3 koper berukuran masing masing 20 kilogram dan sejumlah tas.

Untungnya, Dardiyansyah telah membeli tiket jauh hari sebelum aturan bagasi berbayar diberlakukan jadi tak harus membayar biaya bagasi tersebut.

Sementara itu, penumpang Lion Air lainnya, Hardiyanto mengeluhkan biaya yang cukup besar untuk membayar bagasinya.

“Saya kena lumayan besar untuk biaya bagasi,” ujar pria berusia 35 tahun ini.

Lelaki yang bekerja sebagai pelaut ini bertolak dari Jakarta menuju Semarang menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 506. Ia mengaku harus membawa barang banyak setiap terbang karena berisi peralatan, pakaian dan perlengkapan bekerja. “Minimal saya harus bawa 1 koper besar dengan berat di atas 20 kilogram.”

Kali ini, Hardiyanto mengaku membawa koper dengan berat isi 25 kilogram. “Berdasarkan ketentuan bagasi Lion Air untuk tujuan Jakarta-Semarang, saya harus bayar Rp 60 ribu per 5 kilogram, berarti saya harus bayar Rp 300 ribu untuk bagasi,” kata Hardiyanto.

Hardiyanto mengaku biaya tambahan bagasi cukup memberatkan baginya, apalagi tiket pesawat juga sudah tidak dikatakan murah lagi. “Mungkin ke depannya saya akan mengurangi naik pesawat, naik kereta api lebih terjangkau,” ujarnya.

Para penumpang mengaku sudah mengetahui penerapan bagasi berbayar ini sejak jauh hari. Sehingga saat dimulai diterapkan penumpang terlihat sudah siap. Hal ini terlihat di area Terminal keberangkatan I A dan B Bandara Soekarno-Hatta yang diisi oleh Maskapai Lion Air Group.

Berdasarkan pengamatan Tempo, jalur masuk ruang check in tampak lengang, tidak ada antrean calon penumpang. Begitu juga dengan area check in Terminal I juga terlihat normal. Penumpang yang membawa bagasi melakukan proses penimbangan dan membayar sesuai ketentuan.

Maskapai Lion Air dan Wings Air mulai memberlakukan tarif bagasi berbayar pada hari ini Selasa, (22/01). Hal ini dilakukan setelah dua minggu maskapai melakukan sosialisasi bagasi berbayar kepada publik.

Baca juga : Lagi lagi mahasiswa UIN Alauddin sabet juara tembak reaksi airsoft gun

Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan sudah mempersiapkan, baik dari segi personel maupun peralatan.

“Lion Air dan Wings Air sudah mempersiapkan SDM selama dan dalam membantu kebutuhan pelanggan,” katanya.

Untuk pembayaran, Danang mengatakan telah menyediakan mesin electronic data capture atau EDC untuk meminimalisasi antrean.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar sudah tiba di bandara lebih awal atau 120 menit sebelum keberangkatan,” imbuhnya.

Sumber : Tempo

Editor

Portal media kiwari yang menyajikan berita lebih mendalam

View all posts by Editor →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *