Budiman: Perpustakaan itu Penting dan Menjadi Lambang Kemajuan Suatu Dearah atau Suatu Negara

Wakil Bupati Luwu Timur Drs. Budiman, M.Pd mengatakan bahwa keberadaan sebuah perpustakaan itu penting. Ia menceritakan pengalamannya beberapa kali ke luar negeri, tempat pertama yang mereka kunjungi adalah perpustakaan.

“Jadi ketika saya berkunjung ke luar negeri, yang pertama pasti kita di bawa berkunjung ke perpustakaan bukan ke tempat lain, tapi ke perpustakaan. Itu artinya perpustakaan ini penting dan menjadi lambang kemajuan suatu negara,” ujar Budiman ketika menerima kunjungan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya, S.H., M.H, bersama rombongan di rumah Jabatan Bupati Luwu Timur, Kamis pekan lalu (1/4/2021).

Kehadiran Kadis Hasan Sijaya yang di dampingi Kabid Perpustakaan DPK Sulsel Drs. Yulianto, M.M dan pustakawan senior Nilma, S.Sos., M.M, Drs. M. Syahrir Razak, M.AP, Nasli, SE dan Nazaruddin, S.Ag., M.Sos.I adalah dalam rangka melakukan silaturahmi dengan para kepala desa, lurah, pengelola perpustakaan desa, pustakawan dan komunitas pegiat literasi di Luwu Timur, serta menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Luwu Timur yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Sub Bidang Perpustakaan.

Dalam perbincangan santainya ketika menjamu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel bersama rombongan di Rujab Bupati pagi itu, Wakil Bupati Bupati Budiman yang dampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur, Satri, SE juga menceritakan bahwa, ketika dirinya masih menjabat sebagai staf ahli ia juga banyak terlibat dalam rencana pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan yang akan diletakkan batu pertamanya ini. Bahkan ia mempengaruhi agar lokasi pembangunan gedung itu dipindahkan dari lokasi awal ke lokasi yang ditempati saat ini.

“Waktu itu saya pengaruhi pikirannya semua orang yang ikut rapat, bahwa ini tidak boleh diletakkan di tempat terpencil, karena perpustakaan ini lambang kemajuan sebuah daerah kalau itu daerah, negara kalau itu negara. Saya beri contoh tidak gampang itu Perpustakaan Nasional berhadapan dengan Istana Negara, akhirnya perpustakaan kita ini diletakkan pas berhadapan dengan City Center yang nantinya akan dilengkapi dengan kolam dan taman bunga yang indah,” ujarnya.

Menyikapi hal itu Kadis Hasan Sijaya mengungkapkan bahwa, iapun juga setiap kali keliling daerah melakukan roadshow pasti menyampaikan pesan pentingnya perpustakaan untuk kemajuan bangsa dan daerah ini di masa yang akan datang.

“Saya pun Pak Bupati, setiap kali melakukan kunjungan road show ke daerah-daerah pasti bicara seperti itu, di mana kondisi negara-negara besar itu kalau kita kunjungan, orientasi pertama kita di bawah ke perpustakaan dan itu kan simbol dari sebuah negara maju,” jelas Hasan Sijaya.

Pada kesempatan itu Wakil Bupati Budiman yang direncanakan akan dilantik menjadi Bupati Luwu Timur pada hari ini Senin (5/4/2021) ini, juga mengatakan bahwa pihaknya sangat serius untuk mendukung peningkatan budaya baca masyarakat dan peningkatan gerakan literasi di Luwu Timur.

“Membaca itu sangat penting. Kalau masyarakatta malas membaca tidak akan ada temuan besar pasti kerjanya meniru saja. Tidak pernah ada inovasi besar yang lahir dari bangsa yang malas membaca,” ujarnya sembari mengatakan “Peningkatan minat baca masyarakat kita harus linier dengan dengan pemahaman literasinya.”

“Untuk itu di Luwu Timur ini, kami sudah memprogramkan satu desa satu perpustakaan dan bukan hanya itu isi-isinya juga, dan di dalam ada program yang menggugah orang masuk ke perpustakaan. Karena kalau tidak ada orang masuk (berkunjung), tidak ada artinya keberadaan perpustakaan itu, makanya diupayakan di setiap perpustakaan itu ada wifi gratisnya juga,” imbuhnya.

Sejalan dengan itu, menurut Kadis Hasan Sijaya untuk Program Replikasi Mandiri Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Sulawesi Selatan, termasuk di Luwu Timur pada tahun 2020 lalu sudah diberi bantuan di 10 titik perpustakaan desa. Selain buku dan rak buku, untuk setiap titik perpustakaan desa yang diberi bantuan itu ada komputer dua unit untuk masing-masing perpustakaan penerima manfaat, sehingga diharapkan di perpustakaan desa itu bisa ada wifinya supaya komputer itu bisa digunakan untuk internet gratis bagi masyarakat.

“Tagline kami, sudah tiga tahun terakhir ini adalah mencerdaskan anak bangsa dari desa, jadi kita punya gerakan literasi ini dimulai dari pedesaan, dan seandainya semua pimpinan daerah punya pola pikir seperti Pak Bupati Luwu Timur ini, enak lajunya gerakan literasi kita ini, dan keberadaan perpustakaan akan semakin terasa manfaatnya untuk kemajuan masyarakat terutama di daerah pelosok pedesaan,” kunci Hasan Sijaya. * (naz)

Leave a Reply