Connect with us

TRAVEL

Mengungkap Keindahan alam dan kenikmatan kuliner di Tengah kota makassar

Published

on

Spread the love

Pantai Losari di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun internasional. Dengan garis pantai dua kilometer, pantai ini menawarkan pemandangan Laut Makassar yang memukau, lengkap dengan perahu tradisional dan langit biru yang cerah. Berita ini akan mengulas fakta menarik dan kesan pengunjung tentang keindahan alam Pantai Losari yang memukau .

Dengan pesona garis pantai yang menakjubkan, pengunjung dapat menikmati keindahan alam yang memesona, dihiasi oleh perahu tradisional yang berlabuh di tepi pantai. Langit biru yang jernih melengkapi pemandangan, menciptakan suasana damai dan menawan. Mari kita telusuri lebih dalam ke dalam pesona alam dan warisan budaya yang membuat Pantai Losari menjadi daya tarik yang tak terlupakan .

 

Dulu, kawasan di sekitar pantai difungsikan sebagai pasar ikan, baik pagi dan siang hari. Selain itu, pantai Losari juga digunakan sebagai tempat berjualan beraneka makanan pada sore hingga malam hari. Pada 1945, pembangunan pertama tepi pantai dilakukan sebagai ide dari walikota pada masa itu. Baca juga: Makassar Bakal Punya Tempat Isolasi Apung Pasien Covid-19 di Sekitar Pantai Losari Saat itu, pembangunan dilakukan dengan memasang lantai dasar beton yang panjangnya 910 meter. Pemasangan lantai dilakukan untuk menjaga fasilitas yang ada di sekitarnya dari terjangan ombak Selat Makassar. Setelah itu, pembangunan kian bertambah. Sampai saat ini, pantai Losari menjadi obyek wisata yang banyak dikunjungi warga sekitar dan juga wisawatan dari luar. Asal usul nama Losari belum diketahui hingga kini, apakah nama tersebut berasal dari bahasa Belanda atau Makassar. Namun, jika diterjemahkan menggunakan bahasa Jawa, Losari memiliki dua suku kata, yaitu los dan ari. Los berarti area yang digunakan untuk kegiatan jual beli atau area yang terbagi menjadi beberapa toko. Sementara, kata ari diambil dari makna selaput pembungkus atau yang menyalurkan, seperti halnya ari-ari.

Salah satu daya tarik utama Pantai Losari adalah panorama matahari terbenam yang menawan. Wisatawan dari berbagai penjuru dunia berkumpul di tepi pantai setiap sore untuk menyaksikan cahaya indah bersinar di sepanjang cakrawala. Para pengunjung yang beruntung bisa menyaksikan warna-warni sunset yang menakjubkan, memancarkan perpaduan warna oranye, merah, dan emas yang menciptakan pemandangan yang tiada duanya.

Selain panorama matahari terbenam, Pantai Losari juga terkenal dengan deretan rumah makan khas Makassar yang menyajikan hidangan lezat. Kuliner tradisional seperti coto Makassar, konro, dan pisang epe menjadi daya tarik lain bagi para wisatawan. Wisatawan dapat menikmati makanan lezat sambil melepaskan penat dengan suara deburan ombak yang menenangkan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Pantai Losari ini memang merupakan objek yang unik. Sebab wujud dari Pantai ini tak seperti pantai lainnya. Pemisah antara laut dan daratan adalah bebatuan yang berada di tepi pantai dan menjadi pemecah ombak. Pembangunan anjungan-anjungan yang berada di tepi laut ini yang menjadi fasilitas khas untuk ruang publik dan dimanfaatkan oleh banyak pengunjung.

Anjungan ini diberi nama berdasarkan suku-suku yang ada di Makassar. Seperti misalnya Anjungan Bugis, Anjungan Makassar, Anjungan Toraja hingga Anjungan Mandar. Pengunjung bisa melakukan berbagai foto atau selfie dengan adanya latar belakang tulisan Pantai Losari. Ada juga nama-nama suku di Sulawesi Selatan yang berukuran besar.

Barulah nanti setelah puas berfoto, pengunjung bisa berpindah ke monumen patung-patung pahlawan Sulawesi Selatan. Beberapa diantaranya adalah Sultan Alauddin, Arung Palakka, Sultan Hasanuddin dan lain sebagainya. Kalaupun ingin mencari tempat untuk beribadah atau sholat, ada masjid terapung yang bernama Masjid Amirul Mukminin. Pengunjung tidak akan kesulitan dalam melakukan berbagai aktivitas disini.

Pantai Losari berada di Jalan Tanjung Bunga, Desa Maloku, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Lokasinya sangat strategis dan mudah diakses. Pantai Losari dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun umum. Jika berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar waktu tempuh rata-rata 40 menit melalui jalan tol.

Namun jika berangkat dari Pelabuhan Soekarno Hatta, maka waktu tempuh untuk sampai di Pantai Losari kira-kira 20 menit saja. Pantai Losari tidak memiliki jam operasional secara khusus sehingga bisa dikatakan terbuka 24 jam. Namun pengunjung biasanya ramai pada pukul 15.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita. Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk di kawasan Pantai Losari. Hanya saja pengunjung akan dikenakan biaya parkir di sekitar kawasan pantai.

Ungkapan pengunjung tentang Pantai Losari juga tidak bisa diabaikan. Dari wawancara yang dilakukan dengan beberapa pengunjung, mayoritas dari mereka sangat terkesan dengan keindahan pantai yang menakjubkan ini. Salah satu pengunjung, Wahyu Setiawan, mengatakan, “Pantai Losari memberikan keindahan alam yang tiada tanding. Saya benar-benar terpesona dengan pemandangan matahari terbenamnya yang memukau. Rasanya sangat damai dan menenangkan.”

Sementara itu Fitri , pengunjung lainnya menyampaikan “Pantai Losari ini benar-benar menyegarkan pikiran saya. Saya bisa menikmati suasana yang tenang dan jauh dari keramaian kota. Serta bisa menikmati pisang epe dan kuliner-kuliner menarik yang enak di sekitar Pantai Losari ini. Benar-benar tempat yang cocok untuk bersantai dan menghilangkan penat.

Sop konro merupakan sajian iga yang dimasak sup, sehingga kenikmatan iganya akan lebih terasa. Kedai sop konro ini berada di daerah Pecinan, tepatnya di dekat Pasar Bacan. Harga dari menu ini yaitu Rp 25.000. Harga ini terbilang murah, sebab dengan harga tersebut pelanggan juga sudah mendapatkan nasi putih.

Sajian coto nusantara merpati ini merupakan menu khas dari daerah Makassar yang tidak boleh Anda lewatkan. Menu ini berupa sop daging sapi yang dilengkapi dengan jeroan yang diolah menggunakan bumbu khusus yang khas. Proses memasaknya juga dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Inilah yang menyebabkan daging sapi akan terasa begitu lembut ketika dimakan.

Anda dapat menjumpainya di kawasan Kunjung Mae. Harga yang dipatok untuk satu mangkuk coto Makassar ini yaitu senilai Rp 18.000. Dengan harga tersebut, Anda sudah dapat menikmati porsi daging dalam jumlah yang cukup banyak. Harga tersebut tergolong murah dengan rasa yang begitu lezat. Kedai coto ini buka dari jam 07.00 dan tutup jam 17.30 WITA.

Mie Titi merupakan salah satu sajian menu khas daerah setempat. Pada mulanya menu ini berasal dari daerah pesisir di Makassar. Namun, kini sudah sampai ke berbagai daerah, sebab rasanya digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Mie ini dimasak dengan cara digoreng kering, kemudian disajikan bersama sayur, daging, telur dan disiram kuah kental.

Ketika berkeliling di pantai ini, akan terasa lebih nikmat jika ditemani dengan makan cemilan. Pisang epe’ bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menemani perjalanan Anda. Cita rasa dari makanan ini yaitu manis. Rasa manis ini berasal dari pisang bakar yang diberi tambahan cairan gula merah ataupun kuah yang memiliki rasa durian.

Pisang ini dijual di daerah Maloku. Harganya pun cukup terjangkau, yaitu berkisar belasan ribu rupiah. Kedai yang menjual sajian ini buka sejak pukul 18.00 dan tutup pukul 24.00 WITA. Anda dapat memilih topping sesuai dengan selera, seperti coklat, nutella, keju, maupun topping yang lain.

Pantai losari yang menjadi ikon pariwisata dari Makassar memang tak pernah reda keindahannya. Tentu bukan hal baru apabila banyak wisatawan asing datang dan menikmati pesona alam yang ada. Selain itu, beberapa kuliner khas Makassar yang bisa Anda cicipi di pantai ini memiliki cita rasa yang khas dan rasanya juga tak kalah lezat dengan makanan yang ada di daerah lain.

Hal yang terpenting, Pantai Losari sangat penting untuk dilestarikan. Konservasi alam dan pengelolaan pantai yang baik harus menjadi prioritas bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Dengan menjaga kebersihan pantai dan menjaga keindahan alam di sekitarnya, keberlanjutan Pantai Losari bisa dijamin untuk dinikmati oleh generasi mendatang.

Tak dapat dipungkiri, Pantai Losari menawarkan pengalaman liburan yang tak terlupakan bagi setiap pengunjungnya. Keindahan alamnya yang memikat, keramaian aktivitas nelayan, hidangan lezat, dan kegiatan budaya yang beraneka ragam menjadikan Pantai Losari sebagai tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Makassar. Segera rencanakan perjalanan Anda ke Pantai Losari dan rasakan sendiri daya tariknya yang luar biasa.

Penulis : Irmawati

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *