GEMA
Festival Literasi Budaya Butta Siang, Momentum Awal Kebangkitan Gerakan Literasi di Kabupaten Pangkep
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh Hasan Sijaya, S.H, M.H menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya dari Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep dan kepada DPK Kabupaten Pangkep yang terus giat memajukan gerakan literasi, mencerdaskan anak bangsa dari desa khususnya di Kabupaten Pangkep.
Apresiasi itu disampaikan Kadis Hasan Sijaya dalam sambutannya pada acara pembukaan Festival Literasi Budaya Butta Siang yang berlangsung di halaman Kantor DPK Kabupaten Pangkep, Senin (8/11/2021), yang dihadiri langsung Bupati Pangkep H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi, M.Si Di dampingi Ketua Tim Penggerak PKK Pangkep Nurlita Wulan Purnama , Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pangkep, Kepala DPK Kabupaten Pangkep Muh. Lukman Murtala, S.Sos., MM, beserta sejumlah pimpinan OPD Lingkup Kabupaten Pangkep, sejumlah Pejabat Struktural dan Fungsional Lingkup DPK Sulsel dan DPK Kabupaten Pangkep, para Lurah, unsur perbankan, sektor swasta, komunitas pegiat budaya, komunitas pegiat literasi serta sejumlah undangan lainnya.

Kadis Hasan Sijaya pada kesempatan itu juga menjelaskan bahwa, saat ini Gubernur Sulsel tidak henti-hentinya memajukan gerakan literasi, antara lain dengan membenahi sarana dan pra sarananya. Sulsel telah mempunyai Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak dan ini menjadi role model untuk seluruh Indonesia. Menurutnya, selain menjadi kebanggaan masyarakat Sulsel dan warga Makassar, Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak ini juga menjadi kebanggaan masyarakat Pangkep, karena ini pertama di Indonesia dan menjadi contoh bagi daerah lainnya.
Ditegaskan juga bahwa pembenahan ruang layanan perpustakaan memang menjadi cerminan kemajuan negara, kemajuan satu daerah. Oleh karenanya, perpustakaan di Jl. Sultan Alauddin Makassar terus berbenah diri dan sekarang ini sudah banyak perubahannya.
“Layanan perpustakaan kami ini sudah menjadi ruang layanan perpustakaan yang modern, dan buka mulai jam 8 sampai jam 10 malam. Kesemuanya ini adalah gerakan-gerakan kita dalam rangka peningkatan kemajuan fisik yang ada di provinsi, dan ini kami akan tularkan ke daerah-daerah,” tandasnya.

Dalam dua tahun terakhir ini, lanjut Hasan Sijaya, pihaknya juga telah memediasi beberapa kabupaten/kota yang ada di Sulsel untuk pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan dengan menggunakan dana DAK. Tahun 2020 implementasi tahun 2021 Dana DAK Sulsel senilai 61 Milyar lebih dan ada lima kabupaten/kota yang mendapatkan pembangunan fisik yang nilainya kurang lebih 10 Milyar satu Kabupaten. Tahun 2021 usulan untuk implementasi tahun 2022 kurang lebih 51, 6 Milyar dan ada empat kabupaten/kota yang mendapatkan 10 Milyar untuk pembangunan Layanan Perpustakaan.
“Yang menjadi mimpi saya sekarang, kita berdoa bersama-sama, dan ini menjadi kewajiban saya untuk mengawal, Insya Allah usulan DAK tahun 2022 implementasi 2023, Kabupaten Pangkep harus mendapatkan nilai 10 Milyar untuk Gedung Layanan Perpustakaan,” harapnya.
“Sepanjang Bapak Bupati dan Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep terus mendorong memajukan gerakan literasi yang ada di Kabupaten Pangkep, saya tidak akan lepaskan. Saya bersama Pak Bupati akan terus mengawal memajukan gerakan literasi mencerdaskan anak bangsa dari desa,”imbuhnya.

Berkali-kali Kadis Hasan Sijaya dalam sambutannya memuji semangat dari Kepala DPK Kabupaten Pangkep dalam memanjukan gerakan literasi di daerahnya.
“Ini baru semangat literasi. Jaga semangat ini, jangan sampai kendor, teruslah berkegiatan. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi awal yang baik dan menjadi momentum bagi bangkitnya gerakan literasi di Kabupaten Pangkep,” kuncinya.

Sementara itu, Bupati Pangkep Yusran Lalogau dalam sambutannya se saat sebelum membuka Pekan Literasi Budaya di Butta Siang ini mengatakan, kegiatan hari ini merupakan bukti bahwa pemerintah Kabupaten Pangkep peduli dengan kegiatan-kegiatan literasi, dan dari sinilah bermunculan inovasi-inovasi yang Insya Allah ke depan akan terus dikembangkan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca masyarakat melalui literasi budaya. Kegiatan hari ini keren,” ucap bupati, yang disambut aplaus para hadirin tamu undang yang memadati kegiatan yang dilaksanakan dengan menggunakan dana sepenuhnya dari donatur dan sponsor yang tidak mengikat ini.
“Saya beharap dari kegiatan yang kita laksanakan ini, kegiatan literasi di Pangkep bisa lebih berkembang. Saya selaku pimpinan daerah Kabupaten Pangkep berharap dapat terus bekerjasama dengan provinsi, agar gerakan literasi di Kabupaten Pangkep bisa lebih meningkat ke depannya,” tegasnya.


Pekan Budaya Literasi ini menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep Lukman Murtala dalam sambutannya, merupakan salah satu bentuk perwujudan dari Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Di mana perpustakaan bukan lagi hanya sekadar tempat untuk membaca dan meminjam buku, tetapi perpustakaan sudah bertransformasi menjadi pusat informasi, pusat belajar, dan berkegiatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kecerdasan taraf hidup dan kesejahteraanya.
“Meskipun di tengah keterbatasan, tetapi semangat kita dalam melaksanakan kegiatan ini tidak boleh kendor. Gerakan untuk mencerdaskan anak bangsa harus terus dilakukan, DPK Pangkep akan terus melakukan giat literasi menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya dengan penuh semangat.
Kegiatan Pekan Literasi Budaya ini diawali dengan Parade Budaya dari 16 Kavileri pasukan berkuda, 25 pasukan infantri yang mengawal Bupati bersama Kadis DPK Sulsel dari Rumah Jabatan Bupati menuju Kantor DPK Pangkep.
Pada rangkaian acara pembukaan Kadis DPK Sulsel juga menyerahkan bantuan replikasi mandiri program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial kepada Perpustakaan Komunitas Pandang Lau, Kelurahan Tekolabbua, Kecamatan Pangkajene yang diterima secara simbolis oleh Lurah Tekolabbua, Irwandi, S.E. Dilanjutkan penyerahan buku Obituary Asdar Muis RMS dari Kadis DPK Sulsel kepada Bupati Pangkep.

Usai acara pembukaan, Bupati, Ketua TPP KK bersama Kadis DPK Sulsel meninjau kegiatan Pameran Badik dan kerajinan tangan, melakukan launching Pojok Baca Digital dan melaunching taman baca yang ada di taman musafir yang diberi namaTaman Baca Asdar Muis RMS. Nama ini diambil dari nama seorang seniman, penulis, pelukis dan budayawan yang telah mengharumkan nama Kabupaten Pangkep, yang merupakan ayah angkat dari Puang Aso nama kecil dari Bupati Pangkep Yusran Lalogau.
Pada rangkaian Festival yang berlangsung selama enam hari mulai tanggal 8 sampai 13 November 2021 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, menurut Ketua Panitia Ahmad Firman, S.T dalam laporannya, juga dilaksanakan kegiatan Launching Pustaka Pappalimbang, Pencanangan Kampung Literasi Balanakang Kelurahan Jagong dan Kelurahan Anrong Appaka, Temu Pegiat Literasi, Pentas Seni Pembacaan Puisi karya Asdar Muis RMS dalam buku berjudul Tepi Tak Berujung 105 sajak menjelang kematian yang peserta berasal dari pegiat literasi, budayawan, pekerja seni, lembaga badik Celebes, siswa SD, SMP dan SLTA. * (naz)

